Perjanjian Era Perang Dingin Runtuh, Begini Perbandingan Senjata Nuklir AS dan Rusia

Kompas.com - 03/08/2019, 14:48 WIB
Ilustrasi bom nuklir gravitasi AS B61. FlickrIlustrasi bom nuklir gravitasi AS B61.

KOMPAS.com - Pada akhir pekan ini, Amerika Serikat ( AS) mengumumkan mereka keluar dari perjanjian nuklir era Perang Dingin yang dibuat dengan Rusia.

Perjanjian bernama Kesepakatan Nuklir Jarak Menengah (INF) itu melarang pengembangan rudal jarak menengah yang bisa melaju antara 500 hingga 5.500 km.

Namun Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ketika menghadiri KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, mengumumkan penarikan resmi setelah Rusia menyebut perjanjian itu sudah "mati".

Baca juga: Mengapa NATO Takut jika Perjanjian Nuklir antara AS dan Rusia Runtuh?


Pompeo pun mengatakan bahwa AS sedang mencari perjanjian baru pengendalian senjata yang melebihi perjanjian bilateralnya dengan Rusia dan menyerukan agar Beijing turut dilibatkan dalam diskusi.

"AS menyerukan Rusia dan China untuk bergabung dengan kami dalam kesempatan ini untuk memberikan hasil keamanan nyata kepada negara-negara kami dan seluruh dunia," kata Pompeo.

Jika runtuhnya perjanjian nuklir itu membuat dunia, utamanya Eropa khawatir, berapa sebenarnya jumlah senjata nuklir yang dipunyai oleh AS dan Rusia?

Dilansir dari Federation of American Scientists per Juli 2019 via BBC, berikut merupakan perbandingan senjata nuklir antara AS dan Negeri "Beruang Merah":

1. Amerika Serikat

  • Total Senjata Nuklir: 6.185
  • Dipensiunkan Namun Masih Utuh: 2.385
  • Disimpan dalam Gudang: 3.800
  • Ditempatkan secara Strategis: 1.750

2. Rusia

  • Total Senjata Nuklir: 6.500
  • Dipensiunkan Namun Masih Utuh: 2.170
  • Disimpan dalam Gudang: 4.330
  • Ditempatkan secara Strategis: 1.600

Baca juga: Mengenal INF, Perjanjian yang Bertujuan Mengurangi Nuklir AS dan Rusia

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sudah menyatakan bahwa mereka khawatir dengan perlombaan senjata baru, dan menegaskan tidak ingin Eropa menjadi lokasi penempatan rudal nuklir.

Sementara Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg menyebut runtuhnya perjanjian masa Perang Dingin adalah "ancaman" bagi keamanan Eropa.

"Eropa tidak boleh mengalami babak baru dalam lomba membuat senjata," kata Schallenberg dikutip AFP. "Akhir dari perjanjian INF adalah ancaman bagi keamanan di Eropa," lanjutnya.

Schallenberg menjelaskan di tengah krisis yang terjadi, dia menekankan perlunya solusi diplomatik untuk membangun kembali kepercayaan dalam mencegah kolapsnya INF.

Baca juga: Trump Ingin Perjanjian Nuklir yang Baru Cantumkan Rusia dan China

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber BBC,AFP
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 8 Tahun Ini Pakai Kartu Kredit Ibunya untuk Pembelian Game Online hingga Total Rp 54 Juta

Bocah 8 Tahun Ini Pakai Kartu Kredit Ibunya untuk Pembelian Game Online hingga Total Rp 54 Juta

Internasional
Kabin Pesawat Vueling Airlines Dipenuhi Asap, Diduga Akibat Plastik Terbakar

Kabin Pesawat Vueling Airlines Dipenuhi Asap, Diduga Akibat Plastik Terbakar

Internasional
Kepulauan Solomon Akui China Usai Terima Bantuan Rp 7 Triliun dari Beijing

Kepulauan Solomon Akui China Usai Terima Bantuan Rp 7 Triliun dari Beijing

Internasional
Kampanye Presiden Afghanistan Diserang Bom Bunuh Diri Taliban, 24 Orang Tewas

Kampanye Presiden Afghanistan Diserang Bom Bunuh Diri Taliban, 24 Orang Tewas

Internasional
Ponsel Jatuh ke Air Saat 'Di-cas', Gadis Ini Tewas Tersetrum

Ponsel Jatuh ke Air Saat "Di-cas", Gadis Ini Tewas Tersetrum

Internasional
Kilang Minyak Saudi Aramco Diserang Drone, Presiden Iran: Rakyat Yaman Hanya Melawan

Kilang Minyak Saudi Aramco Diserang Drone, Presiden Iran: Rakyat Yaman Hanya Melawan

Internasional
Pemuda Ini Tolak Hadiah Usai Kembalikan Dompet Berisi Uang Rp 31 Juta

Pemuda Ini Tolak Hadiah Usai Kembalikan Dompet Berisi Uang Rp 31 Juta

Internasional
4 Tahun Menunggu di Tempat yang Sama, Anjing Setia Ini Berkumpul Kembali dengan Majikannya

4 Tahun Menunggu di Tempat yang Sama, Anjing Setia Ini Berkumpul Kembali dengan Majikannya

Internasional
Aktris Taiwan Jiang Ping Kisahkan Saat Sang Suami Selingkuh dengan Ibu Sendiri

Aktris Taiwan Jiang Ping Kisahkan Saat Sang Suami Selingkuh dengan Ibu Sendiri

Internasional
Serukan Berakhirnya Perang Yaman, Putin Kutip Ayat Al Quran

Serukan Berakhirnya Perang Yaman, Putin Kutip Ayat Al Quran

Internasional
Diundang Kim Jong Un ke Pyongyang, Trump: Kami Belum Siap

Diundang Kim Jong Un ke Pyongyang, Trump: Kami Belum Siap

Internasional
Kembangkan Sistem Anti-Drone Korea Utara, Korsel Investasikan Dana Rp 1 Triliun

Kembangkan Sistem Anti-Drone Korea Utara, Korsel Investasikan Dana Rp 1 Triliun

Internasional
Kepulauan Solomon Akui China, Seperti Ini Kekecewaan Taiwan

Kepulauan Solomon Akui China, Seperti Ini Kekecewaan Taiwan

Internasional
Perangi Kabut Asap, Singapura Bentuk Satgas dan Tawarkan Bantuan ke Indonesia

Perangi Kabut Asap, Singapura Bentuk Satgas dan Tawarkan Bantuan ke Indonesia

Internasional
Pabrik Minyak Aramco Diserang Drone, Putin Tawarkan Jual Sistem Rudal ke Saudi

Pabrik Minyak Aramco Diserang Drone, Putin Tawarkan Jual Sistem Rudal ke Saudi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X