Perempuan Saudi Bakal Diizinkan ke Luar Negeri Tanpa Persetujuan Wali Laki-laki

Kompas.com - 02/08/2019, 22:06 WIB
Ilustrasi perempuan bawa koper. SHUTTERSTOCKIlustrasi perempuan bawa koper.

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi mengumumkan akan mengizinkan warga perempuan untuk bepergian ke luar negeri tanpa persetujuan dari wali laki-laki.

Hal tersebut menjadi reformasi penting dalam sistem perwalian yang telah lama diberlakukan di Arab Saudi, yang menjadikan setiap anggota keluarga perempuan membutuhkan izin dari suami, ayah, maupun kerabat laki-laki lainnya.

Sistem perwalian itu telah mengundang kecaman dari dunia internasional dan dianggap sebagai salah satu alasan yang mendorong upaya sejumlah warga perempuan melarikan diri dari Arab Saudi.

"Paspor akan diberikan kepada setiap warga negara Saudi yang mengajukan permohonan," kata keputusan pemerintah yang diterbitkan dalam surat kabar Umm al-Qura, Kamis (1/8/2019).


Baca juga: Parlemen Eropa Desak Saudi Hapus Sistem Perwalian Pria

Keputusan itu dibuat setelah bertahun-tahun kampanye oleh para aktivis dan upaya sejumlah perempuan Saudi yang melarikan diri dari wali mereka, meski ada reformasi termasuk yang membatalkan larangan berkendara terhadap perempuan.

Menurut laporan surat kabar Okaz, yang mengutip pernyataan pejabat senior, perubahan peraturan tersebut secara efektif memungkinkan perempuan berusia di atas 21 tahun untuk memperoleh paspor dan meninggalkan wilayah Kerajaan Saudi, tanpa izin wali mereka.

Sementara surat kabar pro-pemerintah lainnya, Saudi Gazette, menuliskan reformasi tersebut memberi perempuan Saudi otonomi dan mobilitas yang lebih besar, sebagai "satu lompatan besar".

"Beberapa wanita gagal meraih impiannya karena tidak mampu untuk meninggalkan negara itu dengan alasan apa pun, misal untuk belajar di luar negeri, kesempatan kerja, bahkan melarikan diri," kata pengusaha Saudi, Muna AbuSulayman, di Twitter.

"Perubahan ini bisa berarti perempuan akan dapat mengendalikan penuh takdir hukum mereka," lanjutnya.

Perubahan yang diumumkan Kamis (1/8/2019) lalu itu juga memberikan perempuan Saudi hak untuk secara resmi mendaftarkan kelahiran, perkawinan, atau perceraian, serta untuk diakui sebagai wali bagi anak-anak yang belum dewasa.

Baca juga: Lagi, Dua Perempuan Saudi Kabur ke Luar Negeri untuk Cari Suaka

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X