Kompas.com - 02/08/2019, 21:14 WIB

TAIPEI, KOMPAS.com - Lebih dari 70 anggota keamanan kepresidenan Taiwan secara mengejutkan terseret dalam skandal kasus penyelundupan rokok, yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

Biro Keamanan Nasional (NSB) mengungkapkan, Jumat (2/8/2019), bahwa sebanyak 76 anggota keamanan diduga terlibat dalam skandal penyelundupan rokok melalui bandara Taiwan, termasuk 25 agen, serta polisi militer dan pengawal presiden.

"Saya berjanji bahwa penyelidikan tidak akan berhenti sampai seluruh kasus diklarifikasi," kata Chiu Kuo-cheng, yang menjabat sebagai kepala NSB menggantikan pendahulunya yang mengundurkan diri usai terungkapnya skandal penyelundupan itu.

Baca juga: Sedang Kawal Presiden, Agen Intelijen Taiwan Malah Selundupkan Ribuan Bungkus Rokok

Skandal penyelundupan itu pertama kali terungkap bulan lalu, saat pihak Administrasi Pabean Taiwan mengatakan bahwa seorang agen dalam rombongan Presiden Tsai Ing-wen telah mencoba membawa masuk 9.800 karton rokok ketika kembali dari perjalanan resmi mengawal presiden ke Karibia.

Setelah kembali dari perjalanan resmi itu, rombongan presiden masuk melalui jalur VIP, yang dimanfaatkan agen tersebut untuk turut membawa masuk rokok secara ilegal.

Dilansir AFP, modus yang digunakan yakni agen tersebut terlebih dahulu memesan rokok secara online di Taiwan, kemudian menyimpannya di gudang di bandara.

Dia kemudian memanfaatkan momen agenda presiden yang kembali dari kunjungan kenegaraan untuk memasukkan paket rokok itu melewati bea cukai dengan jalur VIP, dengan harapan dapat menghindari pembayaran pajak.

Diketahui kemudian bahwa modus penyelundupan itu dilakukan lebih dari satu kali, setelah China Airlines merilis angka-angka yang menunjukkan sejumlah besar rokok bebas bea secara rutin dipesan selama kunjungan presiden, baik untuk Tsai maupun pendahulunya, Ma Ying-jeou, yang bepergian ke luar negeri.

Baca juga: Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Tsai mengatakan dia tidak tahu tim keamanannya terlibat dalam skandal penyelundupan dan telah memerintahkan penyelidikan.

Sementara Chiu Kuo-cheng menambahkan bahwa penyelidikannya akan mengejar pangkat militer apa pun dan menekankan pihaknya akan menindak secara tegas.

Rincian penyelidikan yang dirilis NSB menunjukkan, sebagian besar agen membeli beberapa lusin karton rokok, mayoritas memesan antara 11 dan 50 karton.

Pembelian terbesar yang ditemukan sejauh ini adalah seorang mayor yang membeli lebih dari 1.000 karton, sedangkan pangkat tertinggi yang terlibat adalah mayor jenderal.

Sejauh ini dua agen telah ditahan karena dugaan keterlibatan mereka dalam kasus ini, sementara jaksa juga mempertanyakan beberapa pejabat maskapai yang bertanggung jawab untuk memesan produk bebas bea.

Baca juga: Buang Dua Puntung Rokok di Parkiran, Perempuan Inggris Didenda Rp 6 Juta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.