4 Fakta Ledakan Bom di Bangkok: Terjadi Saat KTT ASEAN hingga Menlu Retno Marsudi Aman

Kompas.com - 02/08/2019, 20:22 WIB
Pejalan kaki, polisi, serta regu penyelamat lain berkerumun di stasiun BTS Chong Nonsi di utara Bangkok, Thailand, setelah dua ledakan terdengar Jumat pagi (2/8/2019). AFP via Daily MirrorPejalan kaki, polisi, serta regu penyelamat lain berkerumun di stasiun BTS Chong Nonsi di utara Bangkok, Thailand, setelah dua ledakan terdengar Jumat pagi (2/8/2019).

KOMPAS.com - Ibu kota Thailand, Bangkok, dikejutkan dengan ledakan bom yang terjadi pada Jumat pagi waktu setempat (2/8/2019) di tiga lokasi berbeda.

Ledakan yang antara lain di gedung pencakar langit dan stasiun BTS Chong Nonsi itu menyebabkan empat orang terluka, dengan bom itu dilaporkan seukuran bola tenis.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut setidaknya lima fakta mengenai ledakan bom di Bangkok yang berhasil terhimpun.

1. Polisi Sebut 6 Bom Meledak di 3 Lokasi

Kolonel Polisi Kamtorn Uicharoen mengatakan, terdapat setidaknya tujuh bom yang jajarannya ketahui. Namun, enam di antaranya dikonfirmasi telah meledak.

Menurut keterangan Uicharoen, terdapat empat bom yang ada di kompleks gedung Pemerintah Chaeng Wattana di mana satu ditemukan dan dijinakkan, dan sisanya meledak.

Kemudian dua bom lainnya meledak di kawasan Chong Nonsi. " Bom di dua tempat ini dikendalikan menggunakan penghitung waktu (timer)," kata Uicharoen.

Kemudian satu bom lain yang disebut sebagai "bom ping pong" dilaporkan meledak di Suan Luang. Total terdapat empat orang yang diberitakan terluka.

Baca juga: 6 Bom Bangkok Meledak di Tiga Lokasi, 4 Orang Luka-luka

2. Terjadi Saat KTT ASEAN yang Dihadiri Menlu AS

Ketika ledakan bom terjadi, tengah berlangsung KTT ASEAN yang ternyata juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo.

Insiden tersebut terjadi sebelum Pompeo memberikan pidato utama. Agendanya di Bangkok antara lain adalah memaparkan strategi Indo-Pasifik Presiden Donald Trump.

Dilansir AFP, Pompeo menyebut aliansi dengan AS yang terjadi selama bertahun-tahun membantu Asia untuk beranjak dari kemiskinan menuju kemakmuran.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X