Korea Utara Lagi-lagi Tembakkan "Peluru" Jarak Pendek

Kompas.com - 02/08/2019, 07:58 WIB
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un ketika menyaksikan uji coba senjata kaliber besar terbaru yang dia klaim bakal membuat musuh sangat kesulitan. AFP via Daily MirrorPemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un ketika menyaksikan uji coba senjata kaliber besar terbaru yang dia klaim bakal membuat musuh sangat kesulitan.

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara (Korut) kembali menembakkan benda asing seperti peluru jarak pendek. Demikian laporan yang disampaikan negara tetangga Korea Selatan (Korsel).

Mengutip pejabat Kantor Kepala Staf Gabungan Korsel, peluncuran peluru asing itu merupakan yang ketiga dilakukan oleh Korut dalam delapan hari terakhir.

Dilansir Yonhap via AFP Jumat (2/8/2019), Korea Utara menembakkan peluru itu saat pagi buta di kawasan Yonghung, Provinsi Hamgyong Selatan, ke Laut Timur.

Baca juga: Korea Utara Tampilkan Foto Peluncur Rudal Terbarunya, tapi...


Ankit Panda, peneliti senior di Federation of American Scientists mengatakan, lokasi yang menjadi tempat peluncuran sebelumnya belum pernah digunakan.

"Tema lain dari rezim Kim Jong Un selain peluncuran malam hari: uji coba dari tempat yang sebelumnya tidak atau jarang digunakan," katanya dikutip BBC.

Sebelumnya pada Rabu (31/7/2019), Pyongyang juga diketahui meluncurkan dua rudal balistik jarak pendek yang terbang sejauh 250 km dan mencapai tinggi 30 km.

Korsel awalnya mengidentifikasi rudal itu merupakan tipe yang berbeda dari sebelumnya, Namun Korut kemudian menyanggah dan berkata itu adalah sistem roket terbaru.

Kemudian pada 25 Juli pekan lalu, Korut kembali menembakkan dua rudal balistik yang disebut bisa menempuh jarak hingga 690 km sebelum jatuh ke laut.

Negara komunis itu sudah menyatakan uji coba yang mereka lakukan adalah peringatan karena Korsel berencana melanjutkan agenda latihan perang dengan Amerika Serikat (AS).

Korut memandang latihan perang itu sebagai persiapan untuk perang dan menyebutnya "pelanggaran akan semangat" ketika Kim bertemu pertama kalinya dengan Presiden Donald Trump.

Pyongyang sudah memperingatkan bahwa rencana latihan perang itu bakal menyulitkan agenda denuklirisasi sejak kedua pemimpin bertemu pertama kalinya di Singapura tahun lalu.

Dalam pertemuan pertama itu, Kim sempat mengatakan dia berjanji tidak akan lagi menggelar uji coba senjata nuklir maupun rudal balistik antar-benua.

Merujuk kepada resolusi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB, Korea Utara dilarang untuk menembakkan senjata selevel rudal balistik hingga nuklir.

Baca juga: Kim Jong Un Awasi Langsung Uji Coba Rudal Balistik Korea Utara

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Internasional
Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X