Tentara Korut yang Membelot Seberangi Sungai Lewati Zona Demiliterisasi

Kompas.com - 01/08/2019, 18:31 WIB
Anggota Tentara Rakyat Korea berdiri di sisi Korea Utara dan menghadap ke wilayah Korea Selatan di desa perbatasan, Panmunjom. AFP / ED JONESAnggota Tentara Rakyat Korea berdiri di sisi Korea Utara dan menghadap ke wilayah Korea Selatan di desa perbatasan, Panmunjom.

SEOUL, KOMPAS.com - Seorang tentara Korea Utara dilaporkan telah membelot ke Korea Selatan dengan menyeberangi sungai melintasi Zona Demiliterisasi. Insiden yang jarang terjadi di perbatasan yang dijaga sangat ketat di kedua sisi.

Hanya sedikit orang yang berani menyeberangi Zona Demiliterisasi yang dipenuhi ranjau darat dan memiliki kehadiran militer yang kuat di kedua sisi.

Pembelotan itu dilaporkan pada Kamis (1/8/2019), yang terjadi di bagian tengah semenanjung.

Namun tentara itu sudah terlihat melalui peralatan pengintaian pada Rabu (31/7/2019) malam di Sungai Imjin, sisi selatan Garis Demarkasi Militer, yang membentuk perbatasan dalam hujan lebat dan kabut, menurut Kantor Kepala Staf Gabungan (JCS) di Seoul.

"Tidak jelas apakah dia berenang, mengambang, atau berjalan di perairan dangkal, karena hanya kepalanya yang terlihat."

Baca juga: Korsel Tahan Tentara Korut yang Membelot Lewat Zona Demiliterisasi

"Dia ditahan sesuai dengan prosedur dan diinterogasi, di mana dia diidentifikasi sebagai tentara yang masih bertugas aktif dan menyatakan keinginannya membelot ke Selatan," kata JCS.

"Tidak ada gerakan dari militer Korea Utara yang terlihat secara signifikan," kata Seoul yang menambahkan, penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui motif prajurit itu.

Selain tentara yang membelot itu, pada Rabu (31/7/2019), di dekat sungai Imjin, di kota perbatasan Paju, dilaporkan juga ditemukan mayat seorang pria yang dianggap sebagai tentara Korea Utara. Namun kondisi kematiannya tidak dapat ditentukan.

Lebih dari 30.000 orang Korea Utara telah kabur ke Selatan sejak Perang Korea yang memisahkan dua negara 65 tahun silam, sebagian besar karena himpitan ekonomi, menurut keterangan Seoul.

Baca juga: Pembelot Korut: Kim Jong Un Lebih Kejam Dibanding Ayah dan Kakeknya

Pada November 2017, seorang tentara Korut menjadi perbincangan global ketika dia merangsek menuju desa perbatasan Panmunjom dan dihujani rentetan tembakan.

Pada 2012, seorang tentara Korea Utara berjalan tanpa pengawasan melalui deretan pagar dan kamera pengintai, mendorong Seoul untuk memecat tiga komandan lapangan untuk selang keamanan.

Korea Utara berada di bawah sanksi ekonomi berat atas program senjata nuklir dan rudal balistiknya. Pyongyang mencela pembelot, yang merupakan sumber penting untuk menjelaskan perlakuan rezim terhadap warganya, sebagai "sampah manusia".

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X