Korsel Tahan Tentara Korut yang Membelot Lewat Zona Demiliterisasi

Kompas.com - 01/08/2019, 15:10 WIB
Seorang prajurit Korea Selatan membuka pintu gerbang menuju salah satu pos pemantauan militer di dekat zona demiliterisasi (DMZ) dan perbatasan Korsel dengan negeri tetangga musuh bebuyutannya, Korea Utara, Rabu (6/11/2013). Kawasan DMZ itu telah menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi turis, terutama wisatawan asing. KOMPAS/WISNU DEWABRATASeorang prajurit Korea Selatan membuka pintu gerbang menuju salah satu pos pemantauan militer di dekat zona demiliterisasi (DMZ) dan perbatasan Korsel dengan negeri tetangga musuh bebuyutannya, Korea Utara, Rabu (6/11/2013). Kawasan DMZ itu telah menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi turis, terutama wisatawan asing.

SEOUL, KOMPAS.com - Seorang tentara Korea Utara ( Korut) dilaporkan ditahan militer Korea Selatan ( Korsel) setelah membelot dan melewati zona demiliterisasi (DMZ).

Lebih dari 30.000 orang Korut telah kabur ke Selatan sejak Perang Korea yang memisahkan dua negara 65 tahun silam karena himpitan ekonomi, menurut keterangan Seoul.

Baca juga: Kunjungi Zona Demiliterisasi Korea, Trump Bakal Bertemu Kim Jong Un

Dilansir AFP Kamis (1/8/2019), kebanyakan dari warga Korut membelot ke negara tetangga sekaligus sekutu mereka, China, sebelum ke Korsel via negara ketiga.

Hanya segelintir yang melewati zona demiliterisasi. Kawasan yang tidak hanya sudah dipasangi dengan banyak ranjau, namun juga dijaga dengan ketat di kedua sisi.

Pada November 2017, seorang tentara Korut menjadi perbincangan global ketika dia merangsek menuju desa perbatasan Panmunjom dan dihujani rentetan tembakan.

Dalam keterangan Kantor Staf Gabungan Korsel, tentara itu terlihat di DMZ pada Rabu malam waktu setempat (31/7/2019) di arah selatan setelah melewati Garis Demarkasi Militer.

Militer Korsel menuturkan prajurit yang masih belum diketahui identitasnya itu kemudian ditahan "sesuai dengan prosedur" setelah sebelumnya diinterogasi.

"Tidak ada gerakan dari militer Korut yang terlihat secara signifikan," kata Seoul yang menambahkan, mereka masih belum mengetahui motif prajurit itu.

Lebih lanjut, selama ini yang diberitakan adalah warga Korut yang menyeberang ke Korsel. Karena itu, jika ada yang melakukan sebaliknya sangatlah mengejutkan.

Pada Juli lalu, seorang pria berusia 72 tahun memutuskan untuk tinggal di Korut mengikuti jejak orangtuanya yang lebih dulu membelot pada 1980-an silam.

Di masa lampau, beberapa warga Korsel memutuskan berpindah ke Korut karena masalah ekonomi. Namun mereka dikembalikan setelah mempunyai sedikit "nilai propaganda".

Baca juga: Mengintip Zona Demiliterisasi di Korea



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X