Bus Penumpang Tabrak Bom Milik Taliban, 28 Orang Tewas

Kompas.com - 31/07/2019, 15:51 WIB
Petugas medis merawat korban luka akibat insiden ledakan bom pinggir jalan di Afghanistan, Rabu (31/7/2019) pagi. AFP / HOSHANG HASHIMIPetugas medis merawat korban luka akibat insiden ledakan bom pinggir jalan di Afghanistan, Rabu (31/7/2019) pagi.

Meski demikian jumlah korban tersebut tetap tinggi yakni mencapai 1.366 warga sipil tewas dan 2.446 lainnya luka-luka.

Dari jumlah tersebut, korban usia anak-anak hampir mencapai sepertiga dari keseluruhan korban dari kalangan sipil.

PBB juga mengatakan bahwa pasukan AS dan pro-pemerintah menyebabkan lebih banyak kematian di kalangan warga sipil dibandingkan Taliban maupun kelompok-kelompok pemberontak lainnya, selama kuartal kedua yang tengah berjalan.

Baca juga: Serangan Bom Taliban Tewaskan 19 Orang di Afghanistan

PBB menyatakan upaya untuk mengurangi tindak kekerasan terhadap warga sipil di Afghanistan masih belum memadai.

Diberitakan AFP, tingkat kekerasan terhadap penduduk sipil diperkirakan bakal meningkat, seiring resmi dimulainya masa kampanye untuk pemilihan presiden Afghanistan yang ditetapkan digelar pada 28 September mendatang.

Di hari pertama kampanye, dilaporkan setidaknya 20 orang telah tewas dan 50 lainna cedera, setelah seorang pelaku serangan bom bunuh diri dan orang-orang bersenjata menargetkan kantor dari pasangan calon presiden Ashraf Ghani, Amrullah Saleh.

Bahkan muncul keraguan akan terlaksananya pemilu presiden sesuai waktu yang dijadwalkan, di tengah pertanyaan tentang perlunya Afghanistan menggelar pemilihan yang penting, saat dorongan berbulan-bulan dari AS untuk tercapainya kesepakatan damai dengan Taliban.

Pekan ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa Presiden Donald Trump ingin memulai penarikan pasukannya sebelum pemungutan suara, meskipun ia menekankan dalam komentar kepada wartawan bahwa tidak ada batas waktu.

Namun rencana tersebut tak luput dari kritik yang melihat keprihatinan luas di kalangan warga Afghanistan bahwa dengan Washington memutuskan keluar dari perang terpanjangnya, Taliban akan kembali berkuasa di negara itu.

Baca juga: Diancam Taliban, Radio Swasta di Afghanistan Memilih Tutup

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X