Tersangka Pendorong Bocah dari Peron Stasiun di Jerman adalah Buronan di Swiss

Kompas.com - 30/07/2019, 23:05 WIB
Rangkaian kereta cepat antarkota, ICE, di stasiun di Frankfurt. SHUTTERSTOCKRangkaian kereta cepat antarkota, ICE, di stasiun di Frankfurt.

BERLIN, KOMPAS - Seorang pria berusia 40 tahun asal Eritrea yang dituduh menjadi pelaku pendorong bocah dari peron di stasiun kereta di Frankfurt, pada Senin (29/7/2019) lalu, ternyata merupakan buronan polisi di Swiss.

Menurut keterangan polisi, pria tersebut mendapat suaka di Swiss, namun melarikan diri setelah dituduh mengancam seorang perempuan tetangganya dengan mengacungkan pisau dan berkata akan membunuhnya.

"Pria itu kabur dari Swiss setelah dituduh mengancam tetangga perempuannnya, pada Kamis (24/7/2019) pekan lalu," kata kepala polisi federal Dieter Romann, dikutip AFP.

Baca juga: Didorong dari Peron Stasiun, Bocah Usia 8 Tahun Tewas Tertabrak Kereta Api

"Akibatnya, otoritas Swiss mengeluarkan surat perintah penangkapan nasional terhadap pria tersebut," lanjut Romann pada konferensi pers.

Sementara itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer, terlepas dari statusnya sebagai buronan di Swiss, pria tersebut diketahui memasuki wilayah negara Jerman secara legal.

Akan tetapi pria itu kini ditahan kepolisian Jerman setelah diduga menjadi pelaku tindakan pembunuhan seorang bocah berusia delapan tahun, yang didorongnya jatuh dari peron stasiun di Frankfurt, saat kereta cepat datang.

Selain bocah yang tewas, tersangka juga mendorong ibu korban yang berusia 40 tahun. Namun perempuan itu mampu menyelamatkan diri dengan berguling ke sisi rel.

Pria itu juga dituduh mencoba mendorong orang ketiga, seorang wanita berusia 78 tahun, namun dia hanya terjatuh di peron dan tidak sampai ke lintasan rel.

Pria tersebut ditangkap warga ketika mencoba melarikan diri dan diserahkan ke polisi.

Baca juga: Ketahuan Bikin Kopi di Tepi Jembatan Venesia, 2 Turis Jerman Didenda Rp 14 Juta

Jaksa Frankfurt telah mengajukan surat perintah penangkapan resmi dengan satu tuduhan pembunuhan dan dua tuduhan percobaan pembunuhan, kata jaksa penuntut negara Nadja Niesen.

Jika terbukti bersalah, pria itu akan menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Ditambahkan Niesen bahwa tersangka melakukan perbuatan tersebut secara sadar tanpa pengaruh alkohol maupun obat-obatan, ditunjukkan melalui hasil tes napas yang dilakukan segera setelah kejadian.

Diketahui bahwa pria tersebut merupakan ayah dari tiga anak. Dia tiba di Swiss pada tahun 2006 dan mendapat suaka pada tahun 2008.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X