Kompas.com - 30/07/2019, 15:59 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Dua tentara Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dibunuh oleh seorang prajurit Afghanistan, dan menjadi kasus terbaru dari serangan orang dalam.

Militer AS pada Senin menyatakan (29/7/2019), dua tentara mereka tewas dibunuh. Namun tidak memberikan detil lebih dan menunda pemberitahuan lanjutan.

Baca juga: Trump Sebut AS Bisa Hapus Afghanistan dari Bumi, Ini Reaksi Taliban

"Identitas anggota yang terbunuh itu tidak akan diberitahukan setidaknya 24 jam setelah keluarga mereka mendapat laporan," ujar Resolute Support, misi NATO di Afghanistan.

Dilansir AFP Selasa (30/7/2019), aksi itu membuat jumlah personel tentara AS yang gugur dalam tugas di Afghanistan sepanjang tahun ini menjadi 12 orang.

Wakil Kepala Polisi Provinsi Kandahar Mohammad Qasam mengungkapkan, serangan itu terjadi di pangkalan militer Afghanistan ketika AS sedang berkunjung.

"Informasi awal yang kami dapatkan adalah dua tentara AS tewas dibunuh dan satu orang terluka," ucap Qasam. Misi Pasukan AS-Afghanistan tal memberi respons.

Sementara juru bicara kelompok Taliban Zabihullah Mujahid dalam rilis kepada AFP menjelaskan bahwa dua serdadu Negeri "Uncle Sam" itu tidak dibunuh oleh penyusup.

"Seorang prajurit Afghanistan yang patriot segera menembakkan peluru kepada pasukan itu (AS) dalam serangan yang berlangsung di Kandahar," papar Mujahid.

Bahir Ahmadi yang merupakan juru bicara pemerintah provinsi juga menuturkan bahwa penyerangan tersebut dilakukan di salah satu markas militer mereka.

Pada 17 Juli lalu, seorang kolonel angkatan darat setempat ditembak mati oleh salah satu prajuritnya ketika melakukan peninjauan keamanan di Provinsi Ghazni.

Serangan orang dalam, disebut juga sebagai green on green, merupakan ancaman yang tak hanya dihadapi pasukan negara asing. Namun juga tentara Afghanistan sendiri.

Baca juga: Wakil Pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar Pimpin Delegasi ke Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.