Penjualan Senjata AS ke Arab Saudi Senilai Rp 113 Triliun Jalan Terus

Kompas.com - 30/07/2019, 15:04 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) memperlihatkan grafik penjualan peralatan pertahanan dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Oval Office, Gedung Putih, Selasa (20/3/2018). (AFP/Mandel Ngan) Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) memperlihatkan grafik penjualan peralatan pertahanan dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Oval Office, Gedung Putih, Selasa (20/3/2018). (AFP/Mandel Ngan)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Senat Amerika Serikat (AS) gagal mencegah penjualan senjata ke Arab Saudi senilai 8,1 miliar dollar, atau setara dengan Rp 113,5 triliun.

Kabar itu muncul setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk memblokir resolusi bipartisan yang dikeluarkan oleh Kongres AS menggunakan hak veto.

Baca juga: Trump Veto Larangan Kongres AS Jual Senjata Rp 113 Triliun ke Arab Saudi

Pada Juli ini, baik Partai Demokrat maupun Republik menelurkan resolusi untuk mencegah penjualan senjata tak hanya kepada Arab Saudi. Namun juga Uni Emirat Arab.

Dilansir AFP Senin (29/7/2019), resolusi itu merupakan ungkapan kekecewaan Kongres atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada Oktober tahun lalu dan konflik Yaman.

Trump membutuhkan persetujuan untuk menjual 22 paket terpisah yang meliputi perawatan pesawat, senjata pandu presisi, maupun perlengkapan lain di tengah ketegangan Timur Tengah.

Kritik yang berkembang menyatakan senjata itu bakal dipakai Saudi yang memimpin koalisi untuk menyerang kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh PBB, perang yang terjadi setelah Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi disingkirkan itu menyebabkan krisis kemanusiaan yang paling parah di dunia ini.

Pemerintahan Trump mengambil kebijakan ekstrem dengan melakukan veto guna meloloskan penjualan Mei lalu, dengan dalih mencegah "ancaman" Iran di Timur Tengah.

Senator dari Demokrat Ben Cardin berkata, dengan tidak menghalangi penjualan, politisi Demokrat telah melepaskan tanggung jawab yang diamanatkan konstitusi untuk melakukan pengawasan.

"Kami punya kewajiban baik legal maupun moral untuk memastikan senjata AS tidak dipakai menindas HAM maupun melawan rakyat tak bersalah," tegas Cardin.

Cardin yang merupakan anggota Komisi Hubungan Luar Negeri Senat menitikberatkan pernyataannya pada kabar serangan yang dilakukan Saudi di Yaman Senin pagi waktu setempat.

Serangan yang diyakini berasal dari artileri itu menghantam Distrik Al-Thabit Al-Shaabi, dan menyebabkan 13 warga sipil tewas, dengan dua di antaranya anak-anak.

Baca juga: Tegang dengan Iran, AS Minta Sekutunya Tempatkan Militer di Teluk dan Yaman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.