Gabung Koalisi Maritim AS, Korea Selatan Bakal Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Kompas.com - 29/07/2019, 11:41 WIB
Kapal angkatan laut Korea Selatan saat berpartisipasi dalam latihan militer gabungan. ANTARA FOTO / REPUBLIC OF KOREA NAVY / YONHAP via REUTERSKapal angkatan laut Korea Selatan saat berpartisipasi dalam latihan militer gabungan.

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan berencana untuk bergabung dengan pasukan maritim yang dipimpin Amerika Serika di perairan Timur Tengah.

Seoul mengatakan bakal mengirimkan unit kapal angkatan lautnya, termasuk sebuah kapal perusak, guna membantu menjaga keamanan dan keselamatan kapal-kapal tanker minyak yang berlayar melalui Selat Hormuz.

Pengerahan tersebut sebagai jawaban atas permintaan AS yang ingin kepada sekutunya untuk mengerahkan angkatan laut mereka ke Timur Tengah.

Dilaporkan surat kabar bisnis Maekyung, yang mengutip pernyataan seorang pejabat senior pemerintah, bahwa Korea Selatan telah memutuskan untuk mengirim unit anti-perompak Cheonghae, yang saat ini beroperasi di perairan Somalia, kemungkinan dengan tambahan helikopter.

Baca juga: Kapal Kargo Korea Selatan Diserang Perompak di Dekat Selat Singapura

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan pemerintah saat ini tengah menjajaki langkah-langkah untuk melindungi kapal-kapalnya di Selat Hormuz, namun belum membuat keputusan.

"Jelas bahwa kita harus melindungi kapal-kapal kita yang melalui Selat Hormuz, bukan? Karenanya saat ini kami sedang mempertimbangkan sejumlah kemungkinan," ujar wakil juru bicara kementerian, Ro Jae-cheon, dalam konferensi pers reguler, Senin (29/7/2019).

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, mengatakan, Washington telah meminta negara-negara sekutunya, termasuk Korea Selatan, Jepang, Perancis, Jerman, Australia, dan lainnya, untuk mengirimkan angkatan lautnya ke Selat Hormuz.

Penasihat keamanan nasional AS John Bolton jugua telah mengunjungi Seoul pada minggu lalu dan bertemu menteri pertahanan Korsel, tetapi Ro mengatakan dalam pertemuan tidak membahas permintaan resmi terkait pengerahan tersebut.

Unit anti-perompak, Cheonghae, milik Angkatan Laut Korea Selatan telah ditempatkan di Teluk Aden sejak 2009 untuk menangkal para perompak.

Baca juga: Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Unit yang diperkuat kapal perusak seberat 4.500 ton itu bekerja sama dengan negara-negara Afrika, juga AS dan Uni Eropa. Unit tersebut juga memiliki helikopter anti-kapal selam, Lynx, serta tiga kapal cepat, menurut surat kabar pertahanan Korea Selatan 2018.

Ketegangan antara Iran dengan AS yang terus meningkat telah berdampak pada peningkatan ketegangan di Selat Hormuz.

Sejumlah serangan terhadap kapal-kapal tanker dari berbagai negara telah menyebabkan situasi kian buruk.

Iran mengklaim telah menahan satu kapal tanker Inggris, yang disebut sebagai tindakan balasan atas hal serupa yang dilakukan Marinir Inggris di perairan Gibraltar.

AS juga menuduh Iran bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap kapal tanker asing di Selat Hormuz, tuduhan yang langsung dibantah Teheran.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X