Kompas.com - 26/07/2019, 21:21 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan ancaman kepada Amerika Serikat (AS) setelah dikeluarkan dari program jet tempur F-35.

Berbicara dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), Erdogan menyatakan negaranya bisa mencari yang lain jika AS tak juga menyerahkannya.

Baca juga: Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Pekan lalu, AS mengumumkan Turki dikeluarkan dari program jet tempur F-35 setelah membeli sistem rudal S-400 dari Rusia yang pengirimannya terjadi Juli ini.

Washington juga mengancam bakal menjatuhkan sanksi kepada Turki, meski Erdogan menyatakan dia mendapat komentar positif dari Presiden Donald Trump yang menyebut Turki diperlakukan "tidak adil".

Erdogan mengungkapkan dia berharap pejabat AS bisa memberikan penjelasan yang "masuk akal" dan menuturkan Turki bisa mempertimbangkan pembelian Boeing.

"Kalian (AS) tidak memberikan jet tempur F-35? Baiklah. Maka maaf. Tetapi kami harus mencari tindakan dan akan mencari di tempat lain," tegas Erdogan dikutip Daily Sabah Jumat (26/7/2019).

Presiden berusia 65 tahun itu menjelaskan selama ini, Turki memesan 100 unit pesawat canggih dari Boeing dengan perjanjian diteken dengan mereka melakukan pembayaran.

"Saat itu, satu pesawat sudah datang. Kami adalah pelanggan yang baik. Namun jika keadaannya begini terus, ya tentu kami harus mempertimbangkan lagi," katanya.

Perusahaan yang dimiliki pemerintah Rusia, Rostec, menyatakan negaranya siap menyediakan Turki dengan Sukhoi Su-35 jika Ankara memintanya secara langsung.

Erdogan juga menekankan bahwa Turki bertekad menghancurkan "koridor teroris" di kawasan timur Eufrat di tengah pembicaraan dengan AS menciptakan zona nyaman di Suriah.

Ankara memandang milisi dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) sebagai teroris. Namun AS menggandeng mereka dalam kampanye melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Turki menyatakan bakal melancarkan operasi militer di utara Suriah dan membasmi YPG jika tidak mendapat kesepakatan dengan AS, dan mengaku sudah "habis kesabaran".

"Mereka yang menaruh kepercayaan terhadap kekuatan asing di wilayah itu akan dihukum. Kami akan menemukan solusi untuk teror ini," tegas Erdogan.

Baca juga: Erdogan Sebut Atas Izin Tuhan, Sistem Rudal S-400 Beroperasi April 2020

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.