Dikeluarkan dari Program Jet Tempur F-35, Begini Ancaman Erdogan kepada AS

Kompas.com - 26/07/2019, 21:21 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat KTT G-20 di Osaka, Jepang, pada Sabtu (29/6/2019). AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat KTT G-20 di Osaka, Jepang, pada Sabtu (29/6/2019).

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan ancaman kepada Amerika Serikat ( AS) setelah dikeluarkan dari program jet tempur F-35.

Berbicara dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), Erdogan menyatakan negaranya bisa mencari yang lain jika AS tak juga menyerahkannya.

Baca juga: Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Pekan lalu, AS mengumumkan Turki dikeluarkan dari program jet tempur F-35 setelah membeli sistem rudal S-400 dari Rusia yang pengirimannya terjadi Juli ini.

Washington juga mengancam bakal menjatuhkan sanksi kepada Turki, meski Erdogan menyatakan dia mendapat komentar positif dari Presiden Donald Trump yang menyebut Turki diperlakukan "tidak adil".

Erdogan mengungkapkan dia berharap pejabat AS bisa memberikan penjelasan yang "masuk akal" dan menuturkan Turki bisa mempertimbangkan pembelian Boeing.

"Kalian (AS) tidak memberikan jet tempur F-35? Baiklah. Maka maaf. Tetapi kami harus mencari tindakan dan akan mencari di tempat lain," tegas Erdogan dikutip Daily Sabah Jumat (26/7/2019).

Presiden berusia 65 tahun itu menjelaskan selama ini, Turki memesan 100 unit pesawat canggih dari Boeing dengan perjanjian diteken dengan mereka melakukan pembayaran.

"Saat itu, satu pesawat sudah datang. Kami adalah pelanggan yang baik. Namun jika keadaannya begini terus, ya tentu kami harus mempertimbangkan lagi," katanya.

Perusahaan yang dimiliki pemerintah Rusia, Rostec, menyatakan negaranya siap menyediakan Turki dengan Sukhoi Su-35 jika Ankara memintanya secara langsung.

Erdogan juga menekankan bahwa Turki bertekad menghancurkan "koridor teroris" di kawasan timur Eufrat di tengah pembicaraan dengan AS menciptakan zona nyaman di Suriah.

Ankara memandang milisi dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) sebagai teroris. Namun AS menggandeng mereka dalam kampanye melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Turki menyatakan bakal melancarkan operasi militer di utara Suriah dan membasmi YPG jika tidak mendapat kesepakatan dengan AS, dan mengaku sudah "habis kesabaran".

"Mereka yang menaruh kepercayaan terhadap kekuatan asing di wilayah itu akan dihukum. Kami akan menemukan solusi untuk teror ini," tegas Erdogan.

Baca juga: Erdogan Sebut Atas Izin Tuhan, Sistem Rudal S-400 Beroperasi April 2020

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X