Kompas.com - 26/07/2019, 19:58 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan sistem rudal S-400 yang dibeli dari Rusia bakal beroperasi pada awal tahun depan atas izin Tuhan.

"Di musim semi yang akan datang, atas izin Tuhan di April 2020, kita akan bisa mengoperasikan sistem ini," kata Erdogan dalam pertemuan Partai AKP di Ankara dikutip AFP Jumat (26/7/2019).

Baca juga: Trump Salahkan Obama sebagai Penyebab Turki Beli S-400, Begini Fakta Sebenarnya

Pembelian Turki atas S-400 dengan pengirimannya terjadi Juli ini menuai reaksi Amerika Serikat (AS) yang mengumumkan mengeluarkan Ankara dari program jet tempur F-35.

Erdogan menyatakan, dia tidak mempermasalahkan jika AS tidak menyerahkan jet tempur generasi kelima itu. Namun, dia menegaskan bakal mencari alternatif di tempat lain.

Mantan Perdana Menteri Turki itu mengancam ketegangan yang terjadi di antara dua negara juga bakal mengancam pesanan pabrikan pesawat Boeing seharga miliaran dollar.

Erdogan mengaku sudah membahas isu itu ketika bertemu dengan Presiden Donald Trump dalam agenda KTT yang berlangsung di Osaka, Jepang, akhir Juni lalu.

"Saya berkata kepada Trump di Osaka. Meski kami tidak membeli sistem rudal Patriot, kami membeli Boeing dan saya berkata bahwa kami adalah pembeli yang baik," katanya.

"Namun jika kondisinya terus seperti ini, maka kami harus mempertimbangkannya kembali (pemesanan Boeing)," ujar presiden berusia 65 tahun tersebut.

Perwakilan Turki dan AS dilaporkan tengah bertemu pada pekan ini dengan agenda membahas zona aman di Suriah demi mencegah bentrok antara Ankara dengan Kurdi.

Ankara memandang milisi dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) sebagai teroris. Namun AS menggandeng mereka dalam kampanye melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Erdogan menyebut bagaimana pun hasil pembicaraan untuk membuat zona aman di Suriah, pihaknya bertekad untuk menghancurkan "teroris" di koridor timur Eufrat.

Baca juga: Di Peringatan 3 Tahun Upaya Kudeta Turki, Erdogan Puji Sistem Rudal S-400

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.