3 Pelaku Pembakaran Masjid di Melbourne Dijatuhi Hukuman Penjara Lebih dari 16 Tahun

Kompas.com - 24/07/2019, 21:32 WIB
Ilustrasi keputusan persidangan. SHUTTERSTOCKIlustrasi keputusan persidangan.

VICTORIA, KOMPAS.com - Tiga pendukung kelompok ISIS yang terbukti bersalah telah membakar sebuah masjid di Melbourne untuk meneror komunitas Muslim Syiah Australia dijatuhi hukuman penjara lebih dari 16 tahun.

Hakim mengatakan kejahatan mereka dimotivasi oleh kebencian, intoleransi dan kedengkian.

Diberitakan ABC News, ketiga terdakwa, yakni Abdullah Chaarani (28), Ahmed Mohammed (26), dan Hatim Moukhaiber (30), dijatuhi hukuman di Mahkamah Agung Victoria karena terlibat dalam aksi teror pembakaran Masjid Fawkner pada Desember 2016.

Tahun lalu, Chaarani dan Mohammed, juga telah dihukum atas rencana serangan teror ke kawasan Federation Square yang digagalkan, yang hanya selang beberapa minggu setelah serangan di masjid Melbourne.

Baca juga: Di Negara Bagian Australia Ini, Pakai Ponsel saat Berkendara Bisa Didenda Rp 10 Juta

Ketiga terdakwa memasuki gedung Imam Ali Islamic Centre pada tengah malam tanggal 11 Desember 2016. Menggunakan 20 liter bensin dan ban mobil, ketiganya lantas membakar ruang salat pria.

Kebakaran itu menimbulkan kerusakan parah dan kerugian senilai 1,5 juta dollar Australia (sekitar Rp 14 miliar), sehingga bangunan masjid itu harus dirobohkan.

Dalam putusannya terhadap para terdakwa, Hakim Agung Andrew Tinney mengatakan, ketiganya telah melakukan kejahatan keji untuk menyerang dan meneror komunitas Muslim Syiah, yang menggunakan masjid tersebut.

Hakim Tinney mengatakan tindakan itu adalah "serangan terhadap kebebasan beragama" yang "tidak termaafkan".

Dia menambahkan, tak ragu jika ketiga pelaku merupakan mendukung "ideologi jahat" kelompok ISIS.

Mereka meninggalkan jejak coretan di tembok masjid menggunakan cat semprot untuk menulis kata-kata yang terkait dengan ISIS dalam bahasa Inggris dan Arab.

Baca juga: Australia Berencana Bangun Pelabuhan di Pantai Utara untuk Akomodir Angkatan Laut AS

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X