Kompas.com - 24/07/2019, 20:50 WIB
Presiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018) Kementrian Pertahanan RRCPresiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018)

BEIJING, KOMPAS.com - China memperingatkan mereka siap untuk berperang jika terdapat gelagat yang menunjukkan Taiwan ingin merdeka, dan mengecam Amerika Serikat (AS).

Juli ini, AS menyepakati penjualan senjata ke Taiwan senilai 2,2 miliar dollar, sekitar Rp 30,7 triliun, yang meliputi 100 tank serta 200 rudal Stinger.

Baca juga: Sedang Kawal Presiden, Agen Intelijen Taiwan Malah Selundupkan Ribuan Bungkus Rokok

Diwartakan Reuters via Channel News Asia Rabu (24/7/2019), China merespons dengan mengancam bakal menjatuhkan sanksi kepada perusahaan AS yang terlibat.

Juru bicara kementerian pertahanan Wu Qian menuturkan, Beijing bakal berupaya supaya penyatuan dengan Taiwan berlangsung dalam kondisi yang damai.

Namun, dalam pemaparan mengenai kebijakan strategis militer negara, Wu menegaskan bahwa usaha Taipei untuk merdeka tidak akan diterima.

"Jika ada orang yang berani mencoba memisahkan Taiwan dari China, maka kami siap berperang untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan negara," tegasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beijing sepeti yang sudah-sudah selalu menyatakan mereka tidak menampik bakal menyatukan kembali Taiwan, yang masih dipandang sebagai provinsi, menggunakan kekerasan bila perlu.

AS tidak mempunyai hubungan formal dengan Taiwan. Namun mereka merupakan penyuplai senjata utama, dan terikat perjanjian untuk memastikan pertahanan negara itu.

Wu pun mengatakan bahwa Washington telah memprovokasi kompetisi di antara negara besar dan telah meremehkan stabilitas strategis yang ada di dunia.

Dewan Hubungan Daratan Taiwan pun menanggapi melalui pernyataan perilaku provokatif China telah melanggar prinsip perdamaian di hukum serta relasi internasional.

Taiwan mendesak China untuk meninggalkan perilaku yang dianggap tak rasional dan jahat seperti penggunaan kekuatan serta meningkatkan hubungan antar-selat.

"Dan menangani masalah termasuk Hong Kong secara rasional sehingga dapat menjadi anggota regional yang bertanggung jawab," demikian keterangan dewan tersebut.

Baca juga: China Ancam Putus Kerja Sama dengan Perusahaan AS yang Terlibat Penjualan Senjata ke Taiwan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.