China Bisa Tempatkan Pasukan Padamkan Aksi Protes Hong Kong jika...

Kompas.com - 24/07/2019, 19:15 WIB
Bentrokan terjadi antara massa pengunjuk rasa anti-pemerintah di Hong Kong pada Minggu (21/7/2019), memaksa polisi menembakkan gas air mata. AFP / LAUREL CHORBentrokan terjadi antara massa pengunjuk rasa anti-pemerintah di Hong Kong pada Minggu (21/7/2019), memaksa polisi menembakkan gas air mata.

BEIJING, KOMPAS.com - China memperingatkan bisa menempatkan pasukan jika mendapat permintaan dari pemerintah Hong Kong dalam upaya mempertahankan "ketertiban umum".

Hong Kong jatuh dalam krisis terburuk setelah jutaan pengunjuk rasa memenuhi jalanan dan kadang terjadi bentrok antara polisi dengan demonstran.

Para demonstran terpicu oleh usulan peraturan yang mengizinkan adanya ekstradisi ke China. Aksi itu kemudian berkembang menjadi seruan reformasi demokrasi.

Baca juga: Mahasiswa China Bentrok dengan Massa Pro Hong Kong di Universitas Queensland Australia


Dilansir AFP Rabu (24/7/2019), Beijing sudah menyebut aksi protes Hong Kong sebagai "kekerasan ekstrem dan ilegal". Namun menyerahkan penanganannya kepada pemerintah setempat.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian dalam konferensi pers menjelaskan bahwa pemerintah pusat "memantau secara serius" situasi di Hong Kong.

Saat ditanya bagaimana cara mereka menangani situasi, Wu mencatat ada "ketentuan yang jelas" terpampang di Artikel 14 UU Garnisun Hong Kong tanpa menjelaskan lebih detil.

Berdasarkan artikel itu, pemerintah Hong Kong "jika diperlukan" bisa meminta bantuan garnisun atau pasukan demi "mempertahankan ketertiban umum".

Ini adalah kali pertama Beijing menyatakan secara langsung kemungkinan mengerahkan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) demi meredam aksi protes di Hong Kong.

PLA sudah mendirikan sebuah garnisun di Hong Kong sejak mantan koloni Inggris itu dikembalikan kepada China daratan pada 1997. Namun, pasukan itu jarang terlihat di publik.

Peringatan itu muncul beberapa hari setelah terjadi aksi vandalisme di mana pengunjuk rasa merusak dinding kantor perwakilan China dan merusak lambang nasional.

"Tindakan sejumlah demonstran radikal menantang otoritas pusat sudah menyentuh prinsip dasar 'Satu Negara, Dua Sistem' yang dipakai," tegas Wu.

Adapun pada Selasa (23/7/2019), pemerintah Hong Kong menepis rumor bahwa daratan utama sudah menempatkan pasukan untuk berjaga di kantor yang ada hubungannya dengan China.

Pada awal Juli, sebuah harian di China merilis foto latihan perang berusia satu pekan di garnisun Hong Kong, dan membuat analis memprediksi itu adalah peringatan.

Militer China juga menerima kepemilikan resmi atas sebidang tanah tepi laut utama pada Mei, dan memungkinkan kapal perang mereka berlabuh di Pelabuhan Victoria.

Baca juga: Beijing Peringatkan AS dan Inggris Tak Turut Campur Urusan Hong Kong

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X