Kompas.com - 24/07/2019, 19:15 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - China memperingatkan bisa menempatkan pasukan jika mendapat permintaan dari pemerintah Hong Kong dalam upaya mempertahankan "ketertiban umum".

Hong Kong jatuh dalam krisis terburuk setelah jutaan pengunjuk rasa memenuhi jalanan dan kadang terjadi bentrok antara polisi dengan demonstran.

Para demonstran terpicu oleh usulan peraturan yang mengizinkan adanya ekstradisi ke China. Aksi itu kemudian berkembang menjadi seruan reformasi demokrasi.

Baca juga: Mahasiswa China Bentrok dengan Massa Pro Hong Kong di Universitas Queensland Australia

Dilansir AFP Rabu (24/7/2019), Beijing sudah menyebut aksi protes Hong Kong sebagai "kekerasan ekstrem dan ilegal". Namun menyerahkan penanganannya kepada pemerintah setempat.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian dalam konferensi pers menjelaskan bahwa pemerintah pusat "memantau secara serius" situasi di Hong Kong.

Saat ditanya bagaimana cara mereka menangani situasi, Wu mencatat ada "ketentuan yang jelas" terpampang di Artikel 14 UU Garnisun Hong Kong tanpa menjelaskan lebih detil.

Berdasarkan artikel itu, pemerintah Hong Kong "jika diperlukan" bisa meminta bantuan garnisun atau pasukan demi "mempertahankan ketertiban umum".

Ini adalah kali pertama Beijing menyatakan secara langsung kemungkinan mengerahkan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) demi meredam aksi protes di Hong Kong.

PLA sudah mendirikan sebuah garnisun di Hong Kong sejak mantan koloni Inggris itu dikembalikan kepada China daratan pada 1997. Namun, pasukan itu jarang terlihat di publik.

Peringatan itu muncul beberapa hari setelah terjadi aksi vandalisme di mana pengunjuk rasa merusak dinding kantor perwakilan China dan merusak lambang nasional.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.