Kuwait Terima Ganti Rugi Rp 3 Triliun untuk Invasi Irak 1990

Kompas.com - 23/07/2019, 23:44 WIB
Ilustrasi tentara Amerika Serikat yang bergerak ketika terjadi invasi. ShutterstockIlustrasi tentara Amerika Serikat yang bergerak ketika terjadi invasi.

JENEWA, KOMPAS.com - Kuwait menerima ganti rugi 270 juta dollar AS, sekitar Rp 3,7 triliun, setelah invasi Irak yang terjadi 1990 silam, demikian keterangan PBB.

Kompensasi itu diberikan untuk menyelesaikan proses pemulihan setelah perang selama lebih dari satu dekade sejak kematian Pemimpin Irak, Saddam Hussein.

Baca juga: Kapal Pesiar Milik Saddam Hussein, Kini Jadi Hotel untuk Pelaut

Komisi Ganti Rugi PBB dibentuk pada 1991, atau ketika AS memimpin koalisi internasional dan melakukan penyerbuan untuk megusir Saddam Hussein dari Kuwait.


Komisi itu diberi tugas untuk memberi kompensasi sebesar 52,4 miliar dollar AS, atau Rp 732,7 triliun, bagi negara hingga individu yang mengalami penderitaan akibat invasi Irak.

Dilansir AFP Selasa (23/7/2019), dana untuk memberikan ganti rugi itu didapat dari penjualan minyak Irak maupun berbagai produk dari perut bumi negara itu.

Komisi itu dilaporkan menunda pembayaran selama 2014-2018 ketika terjadi krisis di Irak, atau lebih tepatnya adalah kemunculan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dengan pembayaran terakhir, komisi itu mengklaim sudah menggelontorkan 48,7 miliar dollar AS, atau Rp 681 triliun, dan menyisakan 3,7 miliar dollar, atau Rp 51,7 triliun.

Pembayaran itu terkait dengan klaim tunggal yang diajukan Kuwait Petroleum Corporation yang merugi akibat kerusakan pada aset ladang minyak mereka.

Sampai pembayaran itu ditunda pada 2014, Irak dilaporkan masih memegang teguh skema tersebut masih menimbulkan pertanyaan apakah adil mengingat mereka tengah kesulitan ekonomi.

Adapun Saddam Hussein digulingkan oleh invasi AS yang lain pada 2003, dan kemudian dieksekusi tiga tahun setelahnya.

Baca juga: Simulasikan Invasi China, Jet Tempur Taiwan Latihan Mendarat di Jalan Raya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X