Rusia Tuduh Pilot Jet Tempur F-16 Korsel Bermanuver Tak Profesional terhadap Pesawat Pembom

Kompas.com - 23/07/2019, 20:18 WIB
Pesawat Tempur F-16 Fighting Falcon JULIAN SIHOMBINGPesawat Tempur F-16 Fighting Falcon

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia menuduh Korea Selatan (Korsel) sudah bertindak tidak profesional sekaligus menyanggah tuduhan bahwa mereka melanggar wilayah udara.

Melalui keterangan tertulisnya, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan dua pesawat pembom strategis Tupolev Tu-95 terbang di wilayah netral Laut Jepang.

Baca juga: Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Diwartakan Russian Today Selasa (23/7/2019), di saat terbang itulah dua pesawat bomber itu bertemu dengan sepasang jet tempur F-16 yang dikerahkan Seoul.

"Jet tempur F-16 telah menampilkan manuver ketika melintasi pesawat kami. Mereka juga membahayakan keselamatan sendiri," demikian keterangan kementerian.

Pilot jet tempur buatan AS itu juga tak berusaha berkomunikasi dengan kru Tu-95. Dilansir AFP, mereka membantah mendapat tembakan peringatan dari Korsel.

Moskwa menyatakan dua jet tempur F-16 mendekati pesawat pembom itu dekat Dokdo, sebuah pulau yang dikelola Seoul namun diklaim oleh Jepang sebagai Takeshima.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kementerian menjelaskan pembomnya tidak menyimpang dari jalur dan berada lebih dari 25 kilometer jauhnya dari pulau yang menjadi kawasan sengketa.

"Ini bukan kali pertama pilot Korsel berusaha mencegat pesawat Rusia namun gagal di atas perairan netral Laut Jepang," ujar kementerian pertahanan.

Rusia melanjutkan, mereka tidak mengakui Laut Jepang sebagai wilayah Tokyo maupun Korsel. Mereka mengklaim berkomunikasi dengan Korsel lewat beberapa saluran.

"Pada akhir insiden itu, jet tempur Korsel hanya menembakkan suar dan kemudian berlalu," ujar Kremlin yang kembali membantah mereka dapat tembakan peringatan.

Sebelumnya, pejabat dari Kepala Staf Gabungan Korsel mengungkapkan, mereka mengerahkan armada udara dan memberi tembakan peringatan setelah zona udara mereka.

Pesawat itu melintas tepat setelah pukul 09.00 pagi waktu setempat dengan tiindakan pelanggaran itu diberitakan berlangsung selama sekitar tiga menit.

Baca juga: Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X