Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Kompas.com - 23/07/2019, 16:33 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi saat bertemu di KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, pada 30 November 2018. AFP/SAUL LOEBPresiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi saat bertemu di KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, pada 30 November 2018.

NEW DELHI, KOMPAS.com - India langsung merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa dia diminta yang bersangkutan sebagai penengah konflik terkait Kashmir dengan Pakistan.

Saat berkunjung ke Gedung Putih, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan ditanya sejauh apa bantuan AS bisa berguna dalam mengatasi konflik berusia 70 tahun itu.

Baca juga: Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

"Hanya negara terkuat di dunia yang dipimpin oleh Presiden Trump saat yang bisa menyatukan dua negara," ujar Khan dalam transkrip Gedung Putih dikutip BBC Senin (22/7/2019).


Trump kemudian menjawab, dia bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dua pekan lalu di mana mereka berdua juga memperbincangkan isu itu.

Dia kemudian mengklaim Modi bertanya apakah dia bersedia menjadi penengah. "Saya bertanya di mana? Dia menjawab Kashmir karena sudah terjadi selama bertahun-tahun," paparnya.

Presiden 73 tahun itu berujar jika dia bisa membantu, dia bersedia melakukannya. Sebab, baik India maupun Kashmir sama-sama mengklaim dataran Kashmir.

Pakistan menyambut mediasi yang dilakukan oleh pihak ketiga. Namun New Delhi menegaskan segala isu yang berkaitan dengan Kashmir harus dibicarakan secara bilateral.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Raveesh Kumar melalui kicauan di Twitter berkata dia sudah melihat klaim itu. "Hingga saat ini, belum ada permintaan yang dibuat," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa sudah menjadi ketetapan India bahwa segala isu dengan Pakistan harus diselesaikan di antara dua negara saja.

"Setiap keterlibatan yang kami lakukan dengan Pakistan akan membutuhkan diakhirinya terorisme lintas batas," katanya.

Politisi India Shashi Tharoor mengkritik pernyataan Trump. Dia mengatakan presiden ke-45 AS itu sama sekali tak punya gagasan tentang apa yang dia bicarakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS 'Negara Iblis'

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS "Negara Iblis"

Internasional
Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Internasional
Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

Internasional
Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Internasional
Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X