Kompas.com - 23/07/2019, 14:08 WIB

Ketika Khan kemudian memenangkan pemilu Pakistan, dia menyerukan adanya "hubungan menguntungkan" dengan AS namun tetap mengkritik taktik anti-teror seperti serangan drone.

Lebih lanjut, Khan menjawab bahwa dia memuji Trump karena bersedia mendesak pihak bertikai supaya menempuh jalan perdamaian. "Saya termasuk yang percaya tidak ada solusi militer," paparnya.

Shamila Chaudhary, peneliti senior di lembaga think tank New America mengatakan, kunjungan Khan ke Washington merupakan "hadiah" perbuatan baik selama negosiasi dengan Taliban.

Pakistan ingin memperbaiki hubungan dengan AS setelah otak serangan 9/11 Osama bin Laden yang terbunuh di Pakistan melalui penyergapan 2011 silam.

Baca juga: Mengenal Hamza bin Laden, Putra Osama bin Laden, yang Dihargai Rp 14 Miliar oleh AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.