Kamboja Bantah Izinkan China Tempatkan Pasukan di Pangkalan Angkatan Lautnya

Kompas.com - 22/07/2019, 16:07 WIB
Presiden China Xi Jinping saat melakukan inspeksi pasukan sebelum digelarnya parade perayaan 70 tahun Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, di Qingdao, Provinsi Shandong, Selasa (23/4/2019). SCMP / XINHUAPresiden China Xi Jinping saat melakukan inspeksi pasukan sebelum digelarnya parade perayaan 70 tahun Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, di Qingdao, Provinsi Shandong, Selasa (23/4/2019).

PHNOM PENH, KOMPAS.com - China dikabarkan akan dapat menempatkan pasukan bersenjatanya di pangkalan Angkatan Laut Kamboja, setelah tercapainya kesepakatan rahasia antara kedua negara.

Namun kabar tersebut dibantah oleh pejabat pemerintah Kamboja, yang menyebut tidak pernah ada kesepakatan seperti itu dengan Beijing.

Diberitakan Wall Street Journal, pada Minggu (21/7/2019), telah dicapai sebuah kesepakatan yang memberikan China akses eksklusif untuk menempatkan pasukan ke Pangkalan Angkatan Laut Ream Kamboja di Teluk Thailand.

Media tersebut melaporkan dengan mengutip dari para pejabat AS dan sekutunya yang dekat dengan masalah itu. Disebutkan bahwa kesepakatan telah dicapai pada musim semi lalu, namun tidak pernah dipublikasikan.

Baca juga: Afghanistan: Tidak Akan Ada Tentara China di Tanah Kami

Jika benar adanya kesepakatan itu akan memberi China kemampuan untuk meningkatkan klaim teritorial dan kepentingan ekonominya di wilayah yang diperebutkan di Laut China Selatan, yang bakal menantang sekutu-sekutu AS di Asia Tenggara.

Namun baik dari pihak Beijing maupun Kamboja membantah adanya perjanjian seperti yang ramai diberitakan.

"Ini adalah berita palsu terburuk yang dibuat terhadap Kamboja," ujar Perdana Menteri Kamboja Hun Sen kepada situs berita pro-pemerintah, Fresh News, Senin (22/7/2019).

"Hal seperti itu tidak akan bisa terjadi, karena menampung pangkalan militer asing bertentangan dengan konstitusi Kamboja," tambahnya.

Bantahan juga disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Chhum Socheat, yang mengatakan kepada Reuters bahwa laporan tersebut sepenuhnya dibuat-buat dan tanpa dasar.

Dilansir Channel News Asia, China, sekutu regional terkuat Hun Sen, telah menggelontorkan miliaran dolar dalam bantuan pembangunan dan pinjaman ke Kamboja melalui kerangka kerja bilateral dan inisiatif Sabuk dan Jalan China.

Inisiatif itu, yang diluncurkan Presiden Xi Jinping pada 2013, bertujuan untuk memperkuat jaringan luas hubungan darat dan laut dengan Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tengah, Eropa, serta Afrika.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X