Kompas.com - 22/07/2019, 13:41 WIB

Pada Mei lalu, Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen memperingatkan bahwa pembajakan dan terorisme merupakan bagian dari ancaman terhadap keamanan maritim.

Baca juga: Ketika Para Migran Bajak Kapal Kargo yang Menyelamatkan Mereka...

Disampaikannya, saat jumlah pembajakan dan insiden perampokan bersenjata di sepanjang Selat Malaka mengalami penurunan hingga menjadi delapan kasus sepanjang tahun ini, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan terhadap ancaman terorisme.

Dia menambahkan bahwa para ahli percaya sebagian besar senjata yang digunakan oleh militan selama konflik baru-baru ini di Marawi berasal dari laut.

Teroris terkait kelompok ISIS, seperti kelompok Abu Sayaff, juga terus menculik awak kapal transit di Laut Sulu-Celebes maupun perairan lepas Sabah Timur dan meminta tebusan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.