Kompas.com - 20/07/2019, 10:46 WIB

Kapal itu disita setelah diduga hendak membawa minyak Iran ke Suriah yang jika benar, merupakan pelanggaran terhadap sanksi yang diterapkan Uni Eropa (UE).

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khaemeni menyerukan tindakan penyitaan kapal tanker itu adalah "pembajakan", dan memperingatkan Inggris akan aksi balasan.

Beberapa hari kemudian, kapal Angkatan Laut Inggris mengusir kapal patroli Iran yang hendak mendekati kapal tanker mereka ketika berlayar di Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan dia bakal segera berdiskusi dengan pemerintah Inggris. "Mereka adalah sekutu terbaik kami," ujarnya.

Baca juga: LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber Sky News


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.