Ibu Ini Ikut Ujian Sekolah 30 Menit Setelah Melahirkan

Kompas.com - 20/07/2019, 10:11 WIB
Fatoumata Kourouma, ibu dari Guinea. Dia menjadi perbincangan setelah ikut ujian 30 menit setelah melahirkan anak. Fatoumata Kourouma via BBCFatoumata Kourouma, ibu dari Guinea. Dia menjadi perbincangan setelah ikut ujian 30 menit setelah melahirkan anak.

MAMOU, KOMPAS.com - Bagi ibu di Republik Guinea ini, pendidikan adalah segalanya. Karena itu, dia memutuskan tetap ikut ujian sekolah setelah melahirkan anak.

Fatoumata Kourouma mengisahkan dia harus dibawa keluar ruang ujian dan dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kontraksi. Namun setelah itu, dia kembali 30 menit kemudian.

Baca juga: 30 Menit Setelah Melahirkan, Perempuan di Etiopia Ikut Ujian Sekolah

"Saya berkata kepada diri saya bahwa saya harus mendapatkan gelar sarjana muda ini," ujar Kourouma, murid berusia 18 tahun, seperti diberitakan BBC Jumat (19/7/2019).

Dia mengisahkan hendak ikut ujian Selasa (15/7/2019) di Mamou. Namun sehari sebelumnya, dia merasakan sakit luar biasa di perut. "Saat itu, saya tak tahu bakal melahirkan," paparnya.

Meski merasa sakit, dia memberanikan diri untuk ikut ujian demi mendapatkan gelar. Kourouma mengaku sengaja tidak memberitahukan kepada suami maupun sekolah.

"Sebab, saya khawatir mereka malah mencegah saya pergi dan malah meminta saya ke dokter," terangnya. Saat di ruang ujian itulah, dia tahu mengalami kontraksi.

Begitu di rumah sakit dan melahirkan, Kourouma mengatakan dia langsung menyerahkan bayinya kepada orangtuanya sehingga dia bisa kembali ke ruang ujian.

Sebab saat itu, mata pelajaran yang diujikan adalah Fisika dan Bahasa Perancis. "Harusnya sudah dimulai. Namun pengawas membolehkan saya masuk," katanya.

Saat itu, Kourouma susdah merasa segar di badannya dan tidak sakit lagi. Kourouma menuturkan baik dia maupun bayinya berada dalam keadaan sehat.

Seorang kerabat kepada AFP berujar, suami Kourouma yang merupakan seorang polisi sangat senang dan memberi tahu semua orang tentang "perempuan hebat" itu.

Menurut data dari badan PBB untuk anak-anak dan ibu atau UNICEF, satu dari tiga perempuan di Guinea melahirkan ketika mereka berusia 18 tahun.

Sedangkan data dari Human Rigths Watch mengungkapkan, Guinea adalah satu dari 18 negara di Afrika yang tidak punya aturan supaya ibu hamil tetap bersekolah.

Di Tanzania atau Sierra Leone, pemerintah setempat menerapkan kebijakan di mana perempuan yang masih usia sekolah bakal dikeluarkan jika mereka ketahuan hamil.

Baca juga: Fasilitas Kurang, 128 SMP di Kabupaten Manggarai Timur Ikut Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil



Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X