Kompas.com - 18/07/2019, 19:01 WIB

TEPI BARAT, KOMPAS.com - Militer Israel dilaporkan sedang menguji coba teknologi pengenalan wajah di wilayah Tepi Barat yang diduduki untuk mengenali warga Palestina.

Perangkat lunak bioteknologi itu dipasang di pos-pos pemeriksaan militer sebagai bagian dari operasi pemantauan warga sipil yang keras.

Teknologi pengenalan wajah itu dikembangkan oleh Anyvision Interactive Technologies, sebuah firma biometrik pemula paling dikenal di Israel.

Perusahaan yang berbasis di Inggris tersebut beroperasi di lebih dari 350 lokasi di 43 negara dan saat ini sedang mengerjakan dua proyek bersama dengan militer Israel di wilayah Palestina yang diduduki. Demikian diberitakan TheMarker, surat kabar harian bisnis berbahasa Ibrani.

Baca juga: Hilang Setahun, Pria China Ditemukan Berkat Teknologi Pengenalan Wajah

Salah satu proyek tersebut adalah dengan mendirikan 27 pos pemeriksaan biometrik di wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk stasiun identifikasi dan inspeksi baru yang digunakan untuk memantai pekerja Palestina yang menyeberang ke Israel.

Proyek kedua adalah penggunaan teknologi pengenalan wajah melalui kamera di dalam wilayah Tepi Barat yang diduduki untuk memantau warga sipil Palestina, menurut TheMarker.

Penggunaan teknologi Anyvision yang umumnya digunakan di bandara, atau tempat publik lainnya, seperti stadion olahraga itu, dimanfaatkan Israel untuk menargetkan warga Palestina, menjadi hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut salah satu pendiri sekaligus kepala eksekutif Anyvision, Eylon Etshtein, perusahaannya hanya menjual teknologinya kepada negara demokrasi yang peka terhadap bias ras dan gender.

"Ini benar-benar dilema besar, tapi saya bukan orang yang tepat untuk menjawab hal ini."

"Pada akhirnya kami adalah perusahaan teknologi yang berusaha semaksimal mungkin agar teknologinya tidak disalahgunakan," jawab Etshtein saat ditanya tentang tentara Israel yang menggunakan teknologi Anyvision di Tepi Barat yang diduduki.

Baca juga: Ada-ada Saja, China Bikin Aplikasi Pengenalan Wajah Khusus Panda

Israel telah menjalankan salah satu operasi pengawasan terbesar di dunia, di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk memantau akun media sosial dan menggunakan praktik kepolisian prediktif, yang memanfaatkan algoritma untuk mencari data kata kunci demi membangun basis penangkapan.

China saat ini adalah satu-satunya negara yang secara terbuka diketahui memiliki operasi pengawasan massal yang memanfaatkan teknologi pengenalan wajah, untuk memata-matai warganya.

Alat pengawasan massal seperti pengenalan wajah telah banyak dikritik oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia, yang menamakannya teknologi 'Big Brother', yang melanggar privasi individu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.