Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Kompas.com - 18/07/2019, 11:58 WIB
Ilustrasi Happy Meal McDonalds. SHUTTERSTOCKIlustrasi Happy Meal McDonalds.

BASILDON, KOMPAS.com - Seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun yang peduli terhadap lingkungan, menulis surat terbuka kepada McDonald's.

Dalam surat itu, bocah bernama Jacob Douglas itu meminta agar restoran cepat saji itu berhenti beri hadiah mainan plastik pada menu Happy Meal-nya.

Bocah asal Basildon, Essex, Inggris itu memutuska menulis surat terbuka kepada raksasa restoran itu karena khawatir dengan meningkatnya jumlah sampah plastik yang dapat merusak lingkungan.

"Kepada staf McDonald's yang terhormat, bisakah Anda berhenti memasukkan mainan ke dalam Happy Meal? Saya akan sangat senang."


"Mainan itu terbuat dari plastik dan itu akan mempengaruhi dunia di sekitar kita. Itu membunuh banyak binatang," tulis Jacob dalam suratnya, yang dikutip The Independent.

Baca juga: Tak Sabar Tunggu Pesanan, Pengunjung McDonalds Serang Manajer Restoran

Orangtua Jacob, Kirsty Douglas (33), menerangkan bahwa putranya telah mulai menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan dalam beberapa waktu belakangan.

"Jacob menyukai binatang, termasuk beruang kutub, dan kami telah melakukan beberapa hal seperti mengganti sabun mandi, dan dia berpikir tentang apa lagi hal yang bisa dia lakukan."

"Dia kemudian berpikir untuk berhubungan dengan McDonald's karena mereka merupakan sebuah perusahaan besar yang bisa membuat perbedaan," ujar ibu bocah itu.

"Kami berharap dengan membuat surat terbuka itu akan membuat lebih banyak orang yang sadar lingkungan dan mendorong orang lain untuk melakukan hal serupa," tambahnya.

Surat terbuka yang ditulis tangan oleh Jacob Douglas (8) kepada McDonalds.THE INDEPENDENT / SWNS Surat terbuka yang ditulis tangan oleh Jacob Douglas (8) kepada McDonalds.
Menanggapi surat itu, seorang juru bicara McDonald's mengatakan, perusahaannya sangat terkesan dengan semangat yang ditunjukkan Jacob dalam melindungi lingkungan.

Dia menambahkan bahwa pihak restoran cepat saji itu juga akan melakukan bagiannya dalam melindungi lingkungan demi generasi masa depan.

"Untuk mainan Happy Meal, kami bangga bahwa restoran kami adalah tempat yang kerap dikunjungi keluarga yang ingin makan, dan Happy Meal adalah bagian dari kenikmatan bagi pelanggan."

"Namun, kami sepenuhnya memahami bahwa Jacob ingin agar kami berpikir untuk menggunakan bahan yang berbeda untuk mainan kami."

"Dan McDonald's sedang mencari alternatif yang akan tetap membuat Happy Meal kami menyenangkan tanpa menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan," tulis pernyataan mereka.

Baca juga: Anak-anaknya Kecanduan Happy Meal, Pria Kanada Gugat McDonalds

Juru bicara itu mengatakan bahwa perusahaan akan mulai menawarkan pelanggan lebih banyak buku, permainan papan, dan mainan lunak dalam paket Happy Meal yang akan mengurangi hampir 60 persen mainan plastik yang diberikan.

Sebelumnya pada awal tahun ini, McDonald's telah mengumumkan rencana menghilangkan tutup plastik dari es krim dan mangkuk plastik sekali pakai dari salad.

Jacob juga bukan anak pertama yang mengkritik raksasa restoran cepat saji. Bulan lalu, dua anak sekolah telah membuat petisi untuk McDonald's dan Burger King untuk menghapus hadiah mainan plastik dari menu anak-anak.

Dua gadis kecil bersaudara, Ella dan Caitlin McEwan, telah mengumpulkan hampir 400.000 tanda tangan pada petisi di laman change.org mereka.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Benarkan Anak Osama bin Laden, Hamza bin Laden, Sudah Tewas

Trump Benarkan Anak Osama bin Laden, Hamza bin Laden, Sudah Tewas

Internasional
Lap Muka Murid yang Pakai Makeup di Depan Sekolah, Guru Ini Jadi Sorotan

Lap Muka Murid yang Pakai Makeup di Depan Sekolah, Guru Ini Jadi Sorotan

Internasional
Kelompok Pemberontak Houthi Klaim Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi Aramco

Kelompok Pemberontak Houthi Klaim Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi Aramco

Internasional
Akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Singapura Sentuh Level Tak Sehat

Akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Singapura Sentuh Level Tak Sehat

Internasional
Trump kepada Presiden Mesir: Di Mana Diktator Favorit Saya?

Trump kepada Presiden Mesir: Di Mana Diktator Favorit Saya?

Internasional
Diserang Drone, Pabrik Minyak Arab Saudi Aramco Kebakaran

Diserang Drone, Pabrik Minyak Arab Saudi Aramco Kebakaran

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Mahathir Kritik Suku Melayu Tak Mau Kerja Keras | Celotehan Mendiang BJ Habibie soal Singapura

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Mahathir Kritik Suku Melayu Tak Mau Kerja Keras | Celotehan Mendiang BJ Habibie soal Singapura

Internasional
Tertawa Keras-keras, Mulut Wanita Ini Tak Bisa Ditutup

Tertawa Keras-keras, Mulut Wanita Ini Tak Bisa Ditutup

Internasional
Fotografer di Balik Foto 'Tank Man' dalam Tragedi Tiananmen China Meninggal di Bali

Fotografer di Balik Foto "Tank Man" dalam Tragedi Tiananmen China Meninggal di Bali

Internasional
Kepalanya Tak Sengaja Ditendang, Ingatan Gadis Ini Berubah Tiap 2 Jam

Kepalanya Tak Sengaja Ditendang, Ingatan Gadis Ini Berubah Tiap 2 Jam

Internasional
Usir Mabuk dan Zina, Pendeta Rusia Jatuhkan Air Suci ke Kota

Usir Mabuk dan Zina, Pendeta Rusia Jatuhkan Air Suci ke Kota

Internasional
AS Akan Ungkap Nama Pejabat Kunci Arab Saudi yang Diduga Terlibat Serangan 11 September

AS Akan Ungkap Nama Pejabat Kunci Arab Saudi yang Diduga Terlibat Serangan 11 September

Internasional
Perdana Menteri Pakistan Sebut PM India Narendra Modi seperti Pria Pengecut

Perdana Menteri Pakistan Sebut PM India Narendra Modi seperti Pria Pengecut

Internasional
Taiwan Minta Dukungan Negara-negara di Dunia untuk Bisa Berpartisipasi di ICAO

Taiwan Minta Dukungan Negara-negara di Dunia untuk Bisa Berpartisipasi di ICAO

Internasional
Kebakaran Rumah Sakit di Brasil, Setidaknya 10 Orang Tewas

Kebakaran Rumah Sakit di Brasil, Setidaknya 10 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X