Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Kompas.com - 17/07/2019, 20:30 WIB
Tentara keamanan Afghanistan memeriksa lokasi serangan bom mobil yang dilancarkan Taliban di Kabul, pada 2 Juli 2019. AFP/WAKIL KOHSARTentara keamanan Afghanistan memeriksa lokasi serangan bom mobil yang dilancarkan Taliban di Kabul, pada 2 Juli 2019.

KABUL, KOMPAS.com - Taliban dilaporkan telah menutup puluhan fasilitas kesehatan di Afghanistan yang dijalankan oleh kelompok bantuan Swedia.

Para petugas medis dan rumah sakit kerap menjadi incaran, baik oleh pasukan Afghanistan maupun kelompok Taliban, yang terlibat konflik selama puluhan tahun di negara itu.

Terakhir, serangan yang dilancarkan pasukan keamanan Afghanistan di sebuah klinik pada pekan lalu telah menewaskan hingga empat orang.

Penutupan puluhan fasilitas kesehatan itu terjadi di provinsi Wardak, di barat Kabul, di mana Taliban dilaporkan telah menutup 42 dari 77 fasilitas kesehatan yang dikelola Komite Swedia untuk Afghanistan (SCA). Demikian menurut kelompok bantuan itu dalam sebuah pernyataan, yang dikutip AFP, Rabu (17/7/2019).


Baca juga: Diancam Taliban, Radio Swasta di Afghanistan Memilih Tutup

"Akibat dari aksi penutupan tersebut, diperkirakan sebanyak lebih dari 5.700 pasien akan terdampak setiap harinya," tulis pernyataan itu.

Sementara, direktur SCA Sonny Mansson mengatakan, tindakan penutupan fasilitas medis sebagai penyangkalan terhadap layanan kesehatan jelas merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional.

"Kami menuntut dibukanya kembali dengan segera semua fasilitas kesehatan bagi masyarakat. Dan kami sangat mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menahan diri dari tindakan seperti itu, yang dengan sengaja membahayakan nyawa warga sipil," tambahnya.

Taliban belum mengeluarkan pernyataan apa pun, tetapi para militan sebelumnya telah menutup klinik kesehatan dan melarang kampanye vaksinasi polio di daerah-daerah di bawah kendali mereka.

Di beberapa daerah, para pemberontak dan pemimpin agama memberi tahu masyarakat bahwa vaksin adalah konspirasi Barat yang bertujuan untuk mensterilkan anak-anak Muslim, atau bahwa program itu adalah bagi mata-mata pemerintah Barat atau Afghanistan.

Tahun lalu, Taliban memperingatkan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) bahwa kelompok itu tidak akan lagi melindungi para pekerjanya.

Ancaman tersebut memaksa ICRC untuk secara signifikan mengurangi kegiatannya di Afghanistan.

Baca juga: Serangan Mortir Hantam Pasar di Afghanistan, 14 Orang Tewas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X