Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kompas.com - 17/07/2019, 19:58 WIB
Foto yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja, Selasa (16/7/2019), memperlihatkan petugas membuka kontainer berisi sampah plastik di pelabuhan Sihanoukville, Kamboja, yang berasal dari luar negeri. AFP PHOTO / CAMBODIAN MINISTRY OF ENVIRONMENTFoto yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja, Selasa (16/7/2019), memperlihatkan petugas membuka kontainer berisi sampah plastik di pelabuhan Sihanoukville, Kamboja, yang berasal dari luar negeri.

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Kamboja akan bergabung dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya yang melawan gempuran pengiriman sampah plastik dari luar negeri.

Kamboja bakal mengirim 1.600 ton sampah plastik yang ditemukan di dalam kontainer kembali ke negara asal pengiriman, yakni Amerika Serikat dan Kanada.

Keputusan China yang melarang impor limbah plastik mulai tahun lalu, telah memicu kekacauan dalam pengolahan sampah daur ulang dunia.

Negara-negara maju kini berjuang untuk mencari lokasi maupun negara yang mau menerima ekspor sampah plastik mereka.


Baca juga: Kanada Terima Kembali 69 Kontainer Sampah Plastik yang Dibuang ke Filipina

Diberitakan AFP, sejumlah besar sampah plastik dalam kontainer telah ditemukan di kota pelabuhan Sihanoukville, Kamboja, pada Selasa (16/7/2019).

"Sampah-sampah dalam kontainer itu akan dikirimkan kembali ke negara asalnya," kata juru bicara kementerian lingkungan Kamboja, Neth Pheaktra, kepada AFP.

"Kamboja bukan tempat sampah untuk membuang barang-barang teknologi usang," tambahnya.

Pheaktra mengatakan, sebanyak 70 kontainer penuh dengan sampah plastik dikirim dari Amerika Serikat, sementara sisanya, sebanyak 13 kontainer diketahui berasal dari Kanada.

Foto-foto yang menampilkan pejabat memeriksa wadah, yang penuh dengan plastik bundar, membuat marah pengguna media sosial di Kamboja.

"Pengiriman sampah adalah penghinaan serius," kata direktur eksekutif Transparency International Cambodia, Preap Kol, lewat posting yang diunggah di Facebook.

Sampah dalam jumlah besar telah berakhir di pantai Asia Tenggara karena penentangan terhadap penanganan sampah ekspor semakin meningkat di wilayah tersebut.

Baca juga: Di India, Biaya Sekolah Ini Dibayar Pakai Sampah Plastik

Sebelumnya, Indonesia telah lebih dulu mengumumkan pada awal bulan ini bahwa mereka akan mengirim kembali puluhan kontainer penuh limbah ke Perancis dan negara-negara maju lainnya.

Sementara negara tetangga, Malaysia mengatakan pada bulan Mei bahwa mereka mengirim 450 ton limbah plastik impor kembali ke negara asal.

Sekitar 300 juta ton plastik diproduksi setiap tahun, menurut data dari Worldwide Fund for Nature, dengan sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau mencemari laut dalam apa yang telah menjadi krisis internasional yang berkembang.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber AFP
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump: Kelihatannya Iran Dalang Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi, Aramco

Trump: Kelihatannya Iran Dalang Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi, Aramco

Internasional
Di Hari Libur, Penata Rambut Norah Jones Ini Potong Rambut Gelandangan Secara Gratis

Di Hari Libur, Penata Rambut Norah Jones Ini Potong Rambut Gelandangan Secara Gratis

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Siap Perang | Artis Indonesia Tiga Setia Gara Jadi Korban KDRT di AS

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Siap Perang | Artis Indonesia Tiga Setia Gara Jadi Korban KDRT di AS

Internasional
Bocah 10 Tahun Ini Dipaksa Menikah dengan Sepupu yang Berumur 22 Tahun

Bocah 10 Tahun Ini Dipaksa Menikah dengan Sepupu yang Berumur 22 Tahun

Internasional
Kim Jong Un Undang Trump ke Ibu Kota Korea Utara Pyongyang

Kim Jong Un Undang Trump ke Ibu Kota Korea Utara Pyongyang

Internasional
AS Tunjukkan Bukti Iran Dalang Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi Aramco

AS Tunjukkan Bukti Iran Dalang Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi Aramco

Internasional
Biarkan Ibu Hamil Turun dari Pintu Depan, Sopir Bus Ini Dihajar sampai Pingsan

Biarkan Ibu Hamil Turun dari Pintu Depan, Sopir Bus Ini Dihajar sampai Pingsan

Internasional
Polisi Meksiko Temukan 44 Jenazah Dimutilasi di 119 Kantong Sampah

Polisi Meksiko Temukan 44 Jenazah Dimutilasi di 119 Kantong Sampah

Internasional
Jika AS Ingin Gelar Perundingan Pelucutan Senjata Nuklir, Ini yang Diminta Korea Utara

Jika AS Ingin Gelar Perundingan Pelucutan Senjata Nuklir, Ini yang Diminta Korea Utara

Internasional
Viral, Artis Indonesia Bernama Tiga Setia Gara Menangis karena Disiksa Suami di AS

Viral, Artis Indonesia Bernama Tiga Setia Gara Menangis karena Disiksa Suami di AS

Internasional
Drone Serang Fasilitas Saudi Aramco: Harga Minyak Melambung hingga Iran Siap Perang

Drone Serang Fasilitas Saudi Aramco: Harga Minyak Melambung hingga Iran Siap Perang

Internasional
Si Istri yang Berusia 73 Tahun Melahirkan Bayi Kembar, Pria Ini Kena Serangan Jantung

Si Istri yang Berusia 73 Tahun Melahirkan Bayi Kembar, Pria Ini Kena Serangan Jantung

Internasional
Tanggapi Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi Aramco, Trump: AS Siap Menembak

Tanggapi Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi Aramco, Trump: AS Siap Menembak

Internasional
Sedang Memancing, Pria Ini Dapatkan Ikan Bermata Besar 'Mirip Dinosaurus'

Sedang Memancing, Pria Ini Dapatkan Ikan Bermata Besar "Mirip Dinosaurus"

Internasional
Dituduh AS Serang Pabrik Minyak Arab Saudi, Iran Siap Perang

Dituduh AS Serang Pabrik Minyak Arab Saudi, Iran Siap Perang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X