Parlemen Malaysia Setujui RUU Turunkan Usia Pemilih Pemilu Jadi 18 Tahun

Kompas.com - 17/07/2019, 15:00 WIB
Warga Malaysia memberikan suaranya dalam pemilu sela di Port Dickson, pada 31 Oktober 2018. AFP / MOHD RASFANWarga Malaysia memberikan suaranya dalam pemilu sela di Port Dickson, pada 31 Oktober 2018.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Parlemen Malaysia, pada Selasa (16/7/2019), telah menyetujui Rancangan Undang-Undang yang menurunkan usia pemilih untuk pemilihan umum dari 21 tahun menjadi 18 tahun.

Sebanyak 211 dari 222 anggota parlemen menyatakan mendukung amandemen konstitusi federal Malaysia tersebut, yang memungkinkan perubahan untuk diperkenalkan.

Dibutuhkan suara dari dua pertiga anggota dewan majelis rendah Malaysia yang mendukung perubahan konstitusi agar RUU bisa diluluskan.

Kini amandemen tersebut akan diperdebatkan sebelum disahkan oleh senat negara untuk kemudian diberlakukan sebagai undang-undang.

Baca juga: Malaysia Berencana Turunkan Usia Pemilih Jadi 18 Tahun

Penurunan batas usia pemilih itu telah diperjuangkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad selama sekitar satu tahun, sejak dia kembali berkuasa.

Berbicara di hadapan majelis rendah sebelum anggota parlemen memberikan suara, Mahathir berpendapat bahwa kaum muda Malaysia kini sudah lebih sadar politik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Langkah ini diperlukan untuk memberi mereka kesempatan, ruang, dan suara.. untuk merangcang demokrasi negara melalui pemilihan," ujar Mahathir di hadapan anggota parlemen.

Perubahan amandemen itu sekaligus akan memungkinkan remaja berusia 18 tahun untuk ikut mencalonkan diri dalam pemilihan.

Amandemen tersebut mengusulkan penurunan persyaratan usia minimum untuk anggota parlemen dan perwakilan di Majelis Legislatif Negara dari 21 menjadi 18 tahun.

Selain itu, amandemen juga memperkenalkan pendaftaran pemilih otomatis, dengan warga yang telah memenuhi syarat untuk memberikan suara mereka segera setelah mereka berusia 18 tahun.

Baca juga: Kunjungi Kamp Uighur di China, Menteri Urusan Agama Malaysia Dikecam

Sebelumnya, warga yang memasuki usia pemilih harus mengajukan permohonan untuk memasukkan nama mereka dalam daftar pemilih.

Registrasi otomatis warga negara berusia 18 tahun juga akan mencakup kaum muda berusia 21 tahun yang belum terdaftar sebagai pemilih.

Mahathir mengatakan, masalah ini akan diprioritaskan oleh Komisi Pemilihan Umum dalam pelaksanaan pendaftaran pemilih otomatis.

Jika telah disahkan, sebanyak 7,8 juta warga Malaysia akan ditambahkan ke dalam daftar pemilih untuk pemilu tahun 2023, menjadikan jumlah total pemilih di negara itu mencapai 22,7 juta.

Sementara jumlah populasi Malaysia mencapai sekitar 32 juta jiwa.

Analis politik Sivamurugan Pandian dari Universiti Sains Malaysia, menilai penurunan usia pemilih tidak selalu berarti lebih banyak orang akan memilih koalisi Mahathir.

Baca juga: Raja Malaysia Hentikan Rombongannya untuk Tolong Korban Kecelakaan

"Para pemilih muda menjadi tidak memiliki partai. Mereka tidak menunjukkan kesetiaan terhadap partai mana pun," katanya.

Dia menambahkan, usia pemilih yang lebih muda tidak akan menjamin pemilihan pemuda yang lebih besar, dan menyerukan pendidikan politik untuk memulai lebih awal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.