Latihan Perang AS-Korsel Bisa Ancam Pembicaraan Denuklirisasi Korea Utara

Kompas.com - 16/07/2019, 17:18 WIB
Angkatan laut Amerika Serikat dan Korea Selatan kembali melakukan latihan militer bersama di perairan yang dekat dengan Korea Utara. Foto diambil pada Oktober 2015. (Foto: Dokumentasi) ReutersAngkatan laut Amerika Serikat dan Korea Selatan kembali melakukan latihan militer bersama di perairan yang dekat dengan Korea Utara. Foto diambil pada Oktober 2015. (Foto: Dokumentasi)

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara menilai Amerika Serikat bakal melanggar janji untuk tidak menggelar latihan militer bersama dengan Korea Selatan, mengancam pembicaraan denuklirisasi.

Pembicaraan untuk membahas denuklirisasi Korea Utara akan kembali dilanjutkan usai Presiden AS Donald Trump kembali bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un di zona demiliterisasi Korea akhir Juni lalu.

Trump dan Kim mengatakan sepakat untuk melanjutkan pembicaraan yang terhenti sejak pertemuan yang gagal di Hanoi, Vietnam, Februari lalu, pada tingkat kerja, yang diharapkan dapat dimulai dalam beberapa pekan mendatang.

Akan tetapi pembicaraan itu diragukan terlaksana, karena AS dan Korea Selatan kemungkinan bakal melanjutkan agenda latihan militer bersama yang dijadwalkan Agustus mendatang.

Baca juga: Trump Bantah Penghentian Latihan Militer Skala Besar dengan Korsel karena Korea Utara

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri korea Utara mengatakan, latihan perang yang disebut "Dong Maeng", yang akan digelar musim panas ini, merupakan "latihan untuk perang".

"Kami akan membuat keputusan mengenai pembicaraan tingkat kerja dengan AS sambil mengawai langkah-langkah maju yang dilakukan Washington," kata juru bicara dalam sebuah pernyataaan yang dilansir kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, dan dikutip Reuters, Selasa (16/7/2019).

Korea Utara selama bertahun-tahun, telah mengecam agenda latihan milier antara Amerika Serikat dengan Korea Selatan.

"Jelas bahwa latihan itu adalah pelatihan secara nyata, latihan perang untuk menghancurkan republik kami secara militer," kata juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara dalam pernyataan terpisah.

Juru bicara itu pun menyebut Washington telah melanggar janji karena dalam pertemuan Trump dengan Kim Jong Un di zona demiliterisasi Korea bulan lalu, pihaknya telah menegaskan bahwa latihan militer dengan Korsel akan dihentikan.

Trump, dalam pertemuan pertamanya dengan Kim Jong Un di Singapura, pada Juni tahun lalu, mengatakan bakal menghentikan latihan militer bersama setelah sepakat untuk bekerja menuju denuklirisasi dan untuk meningkatkan hubungan.

Baca juga: AS dan Korsel Sepakat Hentikan Latihan Militer Gabungan Skala Besar

Sementara latihan tahunan utama Korea Selatan dengan AS telah dihentikan, kedua negara masih terus mengadakan latihan militer dalam skala yang lebih kecil.

Sejak pertemuan puncak di Singapura, Korea Utara belum menguji senjata nuklir atau rudal balistik antarbenua, meskipun Pyongyang telah kembali menggelar uji coba rudal jarak pendek baru pada bulan Mei.

"Karena Amerika Serikat gagal menindaklanjuti komitmennya sendiri, alasan bagi kami untuk tetap dalam perjanjian itu memudar," kata juru bicara Korea Utara itu, merujuk pada deklarasi yang disepakati kedua pemimpin di Singapura.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X