Diancam Taliban, Radio Swasta di Afghanistan Memilih Tutup

Kompas.com - 15/07/2019, 21:18 WIB
Ilustrasi siaran radio. SHUTTERSTOCKIlustrasi siaran radio.

KABUL, KOMPAS.com - Sebuah stasiun radio swasta di Afghanistan memutuskan untuk tutup setelah menerima serangkaian ancaman dari seseorang yang mengaku sebagai komandan Taliban.

Ancaman yang disampaikan itu berkaitan dengan kebijakan stasiun radio yang mempekerjakan wanita sebagai presenter, demikian disampaikan pejabat stasiun radio itu, Senin (15/7/2019).

Stasiun radio swasta, Samaa, telah menyiarkan program acara politik, agama, sosial, dan hiburan dari kantor mereka di provinsi Ghazni sejak 2013.

Mereka melakukan siaran dalam dua bahasa utama di Afghanistan, yakni bahasa Dari dan Pashto, serta mempekerjakan 13 karyawan, termasuk tiga presenter perempuan.

Baca juga: Pejabat Senior Taliban: Para Pemberontak Tetap Ingin Perdamaian

Direktur stasiun radio, Ramez Azimi, mengatakan komandan Taliban di daerah itu telah mengirim peringatan tertulis dan menelepon pihak radio untuk memberitahu stasiun radio agar berhenti mempekerjakan wanita.

"Taliban bahkan juga datang ke rumah saya dan mengeluarkan ancaman," kata Azimi, menambahkan dirinya sampai harus menunda siaran karena ancaman itu.

Namun disampaikan, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, pihaknya menyangkal bahwa seorang komandan Taliban telah mengeluarkan ancaman.

"Kami akan berusaha mencari detail atas masalah ini," kata Mujahid, dikutip Reuters.

Mujahid menambahkan, banyak orang yang telah secara salah mengidentifikasi diri mereka sebagai Taliban, seringkali dalam proses perselisihan pribadi.

Taliban mengendalikan sejumlah distrik di Ghazni dan memegang kendali sekitar setengah wilayah Afghanistan dan telah mengintensifkan serangan meski saat ini sedang dilakukan upaya perjanjian damai untuk mengakhiri perang selama 18 tahun.

Taliban sempat memerintah hingga sebagian besar wilayah Afghanistan dari tahun 1996 hingga 2001. Di bawah interpretasi garis keras terhadap hukum Islam, perempuan dilarang perempuan bekerja atau pergi ke sekolah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X