PM Thailand Mundur dari Jabatan Kepala Pemerintahan Militer

Kompas.com - 15/07/2019, 20:30 WIB
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha.AFP / CHARLY TRIBALLEAU Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha.

BANGKOK, KOMPAS.com - Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha secara resmi mengundurkan diri dari jabatan kepala pemerintahan militer, pada Senin (15/7/2019).

Perdana menteri mengatakan, Thailand kini akan berfungsi sebagai negara demokrasi setelah lima tahun berada di bawah pemerintahan militer.

Kendati demikian, Prayuth tetap akan sebagai perdana menteri dengan dukungan partai-partai pro-militer di parlemen dan majelis tinggi yang ditunjuk militer di bawah konstitusi yang dikatakan para kritikus menghambat demokrasi dan mengabadikan peran politik bagi militer.

Prayuth, dalam pidato kenegaraan yang disiarkan televisi, mengatakan aturan militer telah membawa kesuksesan di banyak bidang, mulai dari memperbaiki masalah penangkapan ikan ilegal dan perdagangan manusia, hingga menyelamatkan 12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola mereka yang terjebak di sebuah gua tahun lalu.


Baca juga: Pemimpin Kudeta Ini Terpilih Jadi Perdana Menteri Thailand

Mantan panglima militer yang merebut kekuasaan melalui kudeta pada 2014, itu mengatakan intervensi diperlukan untuk memulihkan ketertiban setelah enam bulan aksi protes di jalanan dan bentrokan dengan kekerasan, tetapi keadaan berangsur normal setelah pemilihan 24 Maret.

"Thailand sekarang sepenuhnya merupakan negara demokratis dengan monarki konstitusional, dengan anggota parlemen yang dipilih," kata Prayuth, dikutip Reuters.

"Seluruh permasalahan kini akan ditangani secara normal berdasarkan sistem demokrasi tanpa menggunakan kekuatan khusus," katanya, merujuk pada kekuasaan besar yang dimiliki pemerintah militer.

Pekan lalu, Prayuth menggunakan kekuasaan militernya itu untuk terakhir kalinya dengan mengakhiri berbagai pembatasan pada media.

Dia juga memindahkan kasus-kasus hukum sipil dari pengadilan militer ke sipil, meski tetap dia mempertahankan kekuasaan yang mengizinkan pasukan keamanan melakukan pencarian dan membuat penangkapan.

Baca juga: Dapat Dukungan Kerajaan, Pemimpin Kudeta Ini Jadi PM Thailand

Raja Maha Vajiralongkorn pekan lalu mendukung kabinet sipil baru pimpinan Prayuth, yang diambil dari pemerintah koalisi 19 partai yang memegang mayoritas tipis di parlemen.

Pemerintah baru Thailand akan secara resmi mengambil alih kekuasaan setelah upacara sumpah yang akan dilaksanakan pada Selasa (16/7/2019) dan kemudian mempresentasikan kebijakannya di hadapan parlemen pada pekan depan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Korea Utara Sebut Uji Coba Rudal AS Langkah Berbahaya dan Bisa Picu Perang Dingin

Korea Utara Sebut Uji Coba Rudal AS Langkah Berbahaya dan Bisa Picu Perang Dingin

Internasional
Pengunjung Kebun Binatang Perancis Nekat Corat-coret Punggung Seekor Badak

Pengunjung Kebun Binatang Perancis Nekat Corat-coret Punggung Seekor Badak

Internasional
AS Uji Coba Rudal, Rusia: Kami Tidak Akan Bereaksi Terhadap Provokasi

AS Uji Coba Rudal, Rusia: Kami Tidak Akan Bereaksi Terhadap Provokasi

Internasional
Rabu Malam, Ratusan Warga Hong Kong Gelar Aksi Duduk di Stasiun MRT

Rabu Malam, Ratusan Warga Hong Kong Gelar Aksi Duduk di Stasiun MRT

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Pesawat Jatuh | Tiga Singa Ditembak Mati

[POPULER INTERNASIONAL] Video Pesawat Jatuh | Tiga Singa Ditembak Mati

Internasional
Pemilik Serang Mobil Turis, Restoran di Albania Diratakan Pakai Buldoser

Pemilik Serang Mobil Turis, Restoran di Albania Diratakan Pakai Buldoser

Internasional
Trump Batal Berkunjung karena Greenland, PM Denmark Marah

Trump Batal Berkunjung karena Greenland, PM Denmark Marah

Internasional
Kereta Peluru di Jepang Melaju 280 Km Per Jam dengan Pintu Terbuka

Kereta Peluru di Jepang Melaju 280 Km Per Jam dengan Pintu Terbuka

Internasional
Lebih dari 100 Anggota Polis Diraja Malaysia Positif Narkoba

Lebih dari 100 Anggota Polis Diraja Malaysia Positif Narkoba

Internasional
Trump Berniat Beli Greenland, Politisi Denmark: Ada Wilayah AS yang Bisa Dijual?

Trump Berniat Beli Greenland, Politisi Denmark: Ada Wilayah AS yang Bisa Dijual?

Internasional
Batal Berkunjung Gara-gara Greenland, Trump Dianggap Hina Ratu Denmark

Batal Berkunjung Gara-gara Greenland, Trump Dianggap Hina Ratu Denmark

Internasional
Jalani Operasi Pembesaran Payudara secara Diam-diam, Ibu Muda Ini Justru Meninggal

Jalani Operasi Pembesaran Payudara secara Diam-diam, Ibu Muda Ini Justru Meninggal

Internasional
Video Ungkap Detik-detik Pesawat Jatuh ke Laut

Video Ungkap Detik-detik Pesawat Jatuh ke Laut

Internasional
Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Internasional
Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X