Visa Disetujui, Menteri Luar Negeri Iran Bakal Kunjungi AS Pekan Ini

Kompas.com - 15/07/2019, 17:23 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Mohammed Javad Zarif. TEHRAN TIMESMenteri Luar Negeri Iran Mohammed Javad Zarif.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat telah mengabulkan permohonan visa dari Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, untuk menghadiri pertemuan PBB di New York, pekan ini.

Informasi tersebut disampaikan dua sumber dari pejabat AS yang dekat dengan masalah ini kepada Reuters, Minggu (14/7/2019).

Menurut sumber tersebut, permohonan visa telah disetujui secara langsung oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Persetujuan pemberian visa kepada Zarif, yang juga merupakan negosiator nuklir Iran, menjadi sinyal bahwa AS berusaha membuka pintu diplomasi terhadap Teheran, di tengah peningkatan ketegangan antara kedua negara.


Baca juga: Iran Umumkan Bakal Melanggar Perjanjian Nuklir 2015

Sebaliknya, jika permohonan visa diplomat utama Iran itu tidak disetujui, maka AS akan dianggap semakin menjauhkan upaya diplomasi dan lebih jauh mengisolasi negara Republik Islam itu.

Ketegangan antara AS dengan Iran semakin memburuk sejak Presiden Donald Trump menarik Washington dari kesepakatan nuklir 2015 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran, yang menyasar ekspor minyak negara itu.

Sejak pemberlakuan kembali sanksi AS, Teheran telah mengancam bakal meninggalkan kesepakatan nuklir dan kembali kepada produksi uranium Iran sebelum kesepakatan.

Beberapa pekan terakhir, Iran bahkan mengumumkan telah melebihi batasan jumlah cadangan dan tingkat pengayaan uraniumnya.

AS juga menuduh Iran berada di balik serangkaian serangan terhadap kapal-kapal tanker yang melintasi wilayah Teluk, yang langsung dibantah Teheran.

Pada 24 Juni lalu, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin telah memperingatkan bakal menjatuhkan sanksi terhadap Zarif, namun hal tersebut belum direalisasikan hingga saat ini.

Baca juga: Langgar Aturan Pengayaan Uranium, Iran Bakal Hadapi Sanksi Tambahan dari AS

Memberlakukan sanksi pada kepala negosiator Iran akan menjadi hal yang tidak biasa karena dapat menghalangi upaya AS untuk menggunakan jalur diplomasi dalam menyelesaikan perselisihan dengan Teheran.

Sementara itu, misi Iran untuk PBB mengatakan, Zarif telah tiba di New York, di mana ia akan menghadiri pertemuan menteri di markas PBB tentang tujuan pembangunan berkelanjutan, yang bertujuan untuk mengatasi masalah termasuk konflik, kelaparan, kesetaraan jender dan perubahan iklim pada tahun 2030.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X