4 Remaja Ditahan Usai Curi Mobil dan Lakukan Perjalanan 1.000 Kilometer

Kompas.com - 15/07/2019, 14:58 WIB
Ilustrasi mengemudi. SHUTTERSTOCKIlustrasi mengemudi.

ROCKHAMPTON, KOMPAS.com - Empat remaja di Australia dilaporkan telah mencuri sebuah mobil milik kerabat mereka dan sempat mengemudikannya sejauh 1.000 kilometer sebelum akhirnya dapat ditahan.

Seorang bocah usia 14 tahun, dua remaja laki-laki berusia 13 tahun, dan seorang gadis usia 10 tahun, nekat membawa pergi mobil milik salah satu kerabat mereka dari kota Rockhampton di pesisir Queensland, untuk melakukan perjalanan ke selatan.

Keempat remaja itu memulai perjalanan mereka pada Sabtu (13/7/2019), dan baru ditemukan dua hari kemudian, setelah berkendara selama sejauh sekitar 1.000 kilometer.

Mereka juga membawa sejumlah uang tunai dan alat pancing, serta meninggalkan catatan tentang rencana perjalanan di rumah keluarga mereka.


Baca juga: Pria Ini Mengaku Curi Mobil Jenazah karena Mabuk Jamur Kotoran Sapi

Kepolisian Queensland menerima laporan keberadaan mobil yang dicuri pada Minggu (14/7/2019) dini hari di kota Banana, di mana keempat remaja itu diduga mencuri bensin sebelum melanjutkan perjalanan ke selatan.

Polisi akhirnya menemukan mobil itu pada Minggu malam di dekat Grafton, negara bagian New South Wales, sekitar 11 jam perjalanan dari Rockhampton.

Polisi New South Wales mengatakan para petugas harus memaksa masuk ke kendaraan setelah keempat remaja itu menolak keluar dari dalam mobil.

"Mereka mengunci diri di dalam mobil dan polisi marus menggunakan tongkat pemukul untuk membuka paksa dan menangkap mereka," kata penjabat inspektur polisi distrik Coffs-Clarence, Darren Williams, kepada wartawan.

Tidak segera jelas siapa remaja yang memegang kemudi selama perjalanan atau saat polisi menemukan mereka. Namun Williams mengatakan, kemungkinan mereka mengemudi secara bergantian.

"Itu adalah perjalanan yang jauh, lebih dari 1.000 kilometer dari Rockhampton sampai ke Grafton."

"Saya tidak bisa membayangkan seorang anak mengemudi seperti itu selama dua hari," ujar Williams, dikutip AFP.

Baca juga: Pura-pura Kenalan lewat Tinder, Pria Ini Curi Mobil Teman Kencannya

Polisi kini tengah menyelidiki beberapa dugaan pelanggaran yang dilakukan keempat remaja itu selama dalam perjalanan.

Keempatnya ditemukan dalam keadaan selamat dan tidak mengalami luka, serta telah mendapat pemeriksaan medis.

Williams mengatakan, belum mengetahui secara pasti apa yang mendorong anak-anak itu nekat melakukan tindakan tersebut, namun diketahui bahwa salah satu dari remaja itu berasal dari Grafton, tempat mereka ditemukan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X