Huawei Berencana Pangkas Karyawan di AS

Kompas.com - 15/07/2019, 08:38 WIB
Huawei ReutersHuawei

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Raksasa telekomunikasi asal China Huawei dilaporkan berencana untuk melakukan pemangkasan pegawai skala besar di Amerika Serikat ( AS).

Dilaporkan media AS Wall Street Journal, pemangkasan itu bakal menyasar cabang penelitian dan pengembangan Huawei, Futurewei Technologies, mengutip sumber.

Baca juga: Imbas Perang Dagang, Pemerintah AS Minta Hakim Batalkan Gugatan Huawei

Diwartakan AFP Minggu (14/7/2019), terdapat 850 karyawan yang bekerja di sejumlah laboratorium di AS. Ratusan di antaranya disebut bakal diberhentikan.


Sementara pekerja sisanya diberi pilihan mereka diizinkan untuk mempertahankan posisi mereka di perusahaan. Tetapi, mereka bakal bekerja dari rumah.

Kabar dari The Journal terjadi setelah perusahaan yang didirikan oleh Ren Zhengfei itu dituduh AS terlibat kontak dengan pemerintah "Negeri Panda".

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menempatkan Huawei di daftar entitas, yang artinya perusahaan AS harus mendapat izin untuk menyuplai teknologi kepada mereka.

Huawei, pemimpin di pengembangan teknologi 5G, dilarang mengembangkan generasi nirkabel terbaru itu di AS, dengan Washington berusaha meyakinkan sekutu melakukan hal sama.

Meski begitu, Monaco diberitakan menjadi negara pertama di Eropa yang meluncurkan jaringan 5G berdasarkan teknologi yang dikembangkan oleh Huawei.

Gedung Putih menuduh perusahaan yang bermarkas di Shenzhen itu bekerja secara langsung dengan pemerintah China, klaim yang kemudian dibantah oleh Ren sendiri.

Selepas pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela KTT G20 akhir Juni lalu, Trump melunak dengan menyatakan perusahaan AS boleh berdagang lagi dengan Huawei.

Trump menyebut perusahaan AS bisa melakukan transaksi sepanjang teknologi yang mereka salurkan bukan merupakan ancaman bagi keamanan nasional.

Baca juga: Trump Akhirnya Izinkan Perusahaan AS Pasok Komponen ke Huawei

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X