Menlu China: AS, Jangan Bermain Api soal Taiwan

Kompas.com - 12/07/2019, 20:56 WIB
Menteri Luar Negeri China Wang Yi berbicara mengenai pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dengan Korea Utara Kim Jong Un. AFP / GREG BAKERMenteri Luar Negeri China Wang Yi berbicara mengenai pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dengan Korea Utara Kim Jong Un.

BEIJING, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri China Wang Yi memperingatkan Amerika Serikat ( AS) terkait dengan rencana mereka untuk menjual senjata kepada Taiwan.

Washington menyepakati untuk menjual ratusan tank Abrams dan rudal portabel Stinger dengan transaksi senilai 2,2 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 30,8 triliun.

Baca juga: Jual Senjata ke Taiwan, Perusahaan AS Disanksi China

Rencana mengirim senjata, yang merupakan transaksi terbesar AS ke Taiwan, terjadi di tengah hubungan dua negara yang memanas karena perang dagang.

Tidak seperti tiga pendahulunya yang berusaha menjaga hubungan dengan Beijing, Presiden Donald Trump dilaporkan mempererat relasi dengan Taiwan.

Meski AS sudah memutuskan mengalihkan pengakuan ke Beijing pada 1979, mereka masih sekutu tidak resmi Taipei sekaligus penyedia senjata utama.

"Saya memperingatkan Washington untuk tidak bermain api soal Taiwan," kata Wang di sela kunjungan ke Hongaria, seperti diberitakan AFP Jumat (12/7/2019).

China juga menyoroti Presiden Taipei Tsai Ing-wen yang melakukan kunjungan ke AS selama dua hari selain melakukan perjalanan diplomatik ke Karibia.

Keputusan AS untuk membiarkan Tsai masuk menuai kecaman dari China yang menyatakan mereka menentang hubungan timbal balik resmi antara AS dan Taiwan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang dalam konferensi pers meminta AS untuk tidak menyediakan ruang bagi "pasukan separatis Taiwan".

"Kami sangat mendesak AS, supaya tidak membiarkan Tsai Ing-wen masuk ke dalam wilayah mereka," ulas Geng. Rencananya, Tsai bakal mengunjungi beberapa negara di Taiwan.

Di antaranya adalah Haiti, St Vincent dan Grenadines, St Lucia, dan St Christopher dan Nevis dalam rangka menyelamatkan dukungan bagi pemerintahannya.

Sejak Tsai menjabat pada 2016 silam, Negeri "Panda" telah merampas lima sekutu Taiwan.

Baca juga: AS Setuju Jual Senjata Rp 31 Triliun ke Taiwan, China Kecewa Berat



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X