Cari Remaja yang Hilang 36 Tahun Silam, Vatikan Gali 2 Kuburan

Kompas.com - 11/07/2019, 19:25 WIB
Foto yang dirilis 27 Mei 2012 memperlihatkan pengunjuk rasa memegang poster Emanuela Orlandi. Gadis 15 tahun yang dilaporkan menghilang pada 1983 setelah mengikuti kelas musik. AFP PHOTO/FILIPPO MONTEFORTEFoto yang dirilis 27 Mei 2012 memperlihatkan pengunjuk rasa memegang poster Emanuela Orlandi. Gadis 15 tahun yang dilaporkan menghilang pada 1983 setelah mengikuti kelas musik.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Vatikan mengumumkan tengah memulai proses penggalian dua kuburan yang diyakini berisi kerangka remaja yang dilaporkan hilang 36 tahun silam.

Emanuela Orlandi, putri seorang pegawai Vatikan, dilaporkan terakhir kali terlihat ketika mengikuti pelajaran musik di usianya yang menginjak 15 tahun.

Baca juga: Penemuan Tulang Manusia di Properti Vatikan Bisa Pecahkan Misteri 1983

Selama bertahun-tahun seperti diwartakan AFP Kamis (11/7/2019), teori dan spekulasi bermunculan tentang siapa penculiknya atau di mana jenazahnya berada.


Kakak Emanuela, Pietro, yang masih belum menyerah mengungkap nasib adiknya dilaporkan sudah berada di Pemakaman Teutonik Kamis pagi waktu setempat.

Penggalian yang diikuti forensik, kurator makam, dan pakar iti terjadi setelah pengacara keluarga Emanuela menemukan informasi berupa sebuah foto.

Gambar dari pengacara memperlihatkan sebuah makam beratapkan malaikat dengan sebuah pesan yang berbunyi "Lihat ke mana tangan malaikat itu menunjuk".

Vatikan dalam keterangan tertulis menyatakan telah mengeluarkan izin untuk menggali makam "malaikat" dan yang di sebelahnya untuk menghindari kesalahpahaman.

Berada di situs asli Kaisar Nero, kawasan kecil namun rindang itu diberitakan merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi pegawai Vatikan yang berbahasa Jerman.

Puluhan media maupun turis yang penasaran berkumpul di depan pintu masuk pemakaman di mana pemakaman yang dibuka merupakan milik putri yang dikubur pada 1836 dan 1840.

Setelah penggalian, kerangka diduga Emanuela yang diambil dari kuburan itu bakal diteliti langsung oleh antropolog Italia, Giovanni Arcudi, di tempat.

Diwawancarai Vatikan rabu (10/7/2019), Arcudi menjelaskan dia mampu untuk menganalisi dan menentukan usia kerangka yang ditemukan dalam waktu lima jam.

"Banyak bergantung juga pada kondisi lingkungan, iklim di mana mereka ditemukan, kelembaban, dan kemungkinan adanya infiltrasi microfauna," terang Arcudi.

Berdasarkan berbagai teori yang marak berkembang di media, Emanuela diculik oleh sebuah geng kriminal untuk menekan Vatikan guna mengembalikan utang pada 22 Juni 1983.

Klaim lainnya menyebutkan, dia dibawa untuk memaksa pembebasan Mehmet Ali Agca dari penjara, seorang warga Turki yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap Paus Yohanes Paulus II pada 1981.

Baca juga: Ingin Peliharaan Lemur, Remaja 19 Tahun Mencuri dari Kebun Binatang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X