Ingin Peliharaan Lemur, Remaja 19 Tahun Mencuri dari Kebun Binatang

Kompas.com - 11/07/2019, 16:24 WIB
Lemur ekor cincin. (Shutterstock) Lemur ekor cincin. (Shutterstock)

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Ketika berkunjung ke kebun binatang, sangat wajar jika pengunjung pulang dengan menenteng suvenir. Namun, "oleh-oleh" remaja di AS mengejutkan.

Remaja yang berasal dari Los Angeles itu dilaporkan mengaku bersalah atas kasus hampir berusia satu tahun di mana dia mencuri seekor lemur ekor cincin yang dilindungi.

Semua berawal ketika remaja berusia 19 tahun Aquinas Kasbar menginginkan Isaac, seekor lemur Amerika Utara berusia 32 tahun, di Kebun Binatang Santa Ana.

Baca juga: Curi Lemur dari Kebun Binatang, Pria AS Didenda Rp 1,4 Miliar


Jadi pada 27 Juli 2018, dia menyelinap selama berjam-jam, dan menggunakan pemotong dia membuat lubang di antara sangkar monyet Capuchin dan Isaac.

Kekacauan terjadi karena beberapa hewan melarikan diri setelah kandangnya terbuka. Namun dilansir Oddity Central Rabu (10/7/2019), Kasbar mampu lolos dengan membawa Isaac.

Saat itu, otoritas menyatakan Kasbar menaruh lemur itu di dalam kotak plastik tanpa ventilasi dan pulang. Keesokan harinya, dia tiba-tiba tak menginginkannya lagi.

Jadi, dia menaruh kotak itu di depan Hotel Newport Beach berisi catatan. " Lemur. Hewan ini milik Kebun Binatang Santa Ana. Tolong bawa ke polisi," demikian isi surat itu.

Untungnya, ada pengguna jalan yang melihat dan mengikuti instruksi Kasbar. Isaac segera dikembalikan ke kebun binatang tanpa terluka sedikit pun.

Penyelidikan pun dilakukan. Sayangnya, polisi hanya mendapatkan petunjuk dari rekaman CCTV hotel di mana ada sosok bertudung yang menaruh Isaac.

Kasus itu pun berlalu berbulan-bulan hampir tanpa pelaku yang tertangkap hingga polisi mendapat laporan ada remaja Newport Beach yang membanggakan aksi pencuriannya.

Kasbar ternyata sudah diketahui polisi. Setelah memastikan identitasya, dia pun dibawa dan mengakui perbuatannya karena menginginkan Isaac sebagai peliharaan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X