Serukan Boikot Turki, Saudi Laksana Tembak 2 Target Pakai 1 Peluru

Kompas.com - 11/07/2019, 15:47 WIB
Ilustrasi boikot Shutterstock.comIlustrasi boikot

RIYADH, KOMPAS.com - Pengamat menjelaskan, seruan Arab Saudi untuk melakukan boikot buntut kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi bisa mendatangkan kerugian bagi Turki.

Menurut Quentin de Primodan, pakar Saudi dari Research Institute for European and American Studies berujar, seruan itu muncul di tengah upaya Riyadh menaikkan pendapatan dari warganya sendiri.

Dilansir AFP Kamis (11/7/2019), Saudi berusaha membalikkan tren yang berlangsung bertahun-tahun di mana warganya lebih suka menghamburkan uang di luar negeri.

Baca juga: Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi, Arab Saudi Serukan Boikot ke Turki


"Dengan cara ini, Saudi menembak dua target memakai satu peluru. Mereka mencegah Turki mendapat keuntungan dari orang kaya Saudi. Di sisi lain, mereka meyakinkan warganya untuk menghabiskan uang di negeri sendiri," kata Primodan.

Sementara peneliti dari Arab Gulf States Institute Hussein Ibish menuturkan, seruan boikot itu juga bisa menghantam ekonomi Turki yang tengah menurun.

"Pasar real estate Turki yang tengah menderita bisa makin terhantam oleh eksodus massal yang dilakukan oleh perusahaan properti Saudi," terang Ibish.

Meski begitu, data resmi tidak menunjukkan adanya perlambatan dengan penjualan properti Turki ke Saudi tercatat 992 unit sepanjang Januari hingga Mei lalu.

Angka itu mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu di mana jumlah rumah yang terjual sebanyak 977 unit.

Abdullah, seorang akademisi menertawakan seruan itu dengan mengatakan dia berencana untuk mengunjungi Turki bersama keluarganya pada tahun ini.

Menurut pria yang tidak ingin disebutkan nama lengkapnya itu, orang Saudi begitu gemar makan di restoran Turki. "Setelah makan, mereka menulis 'jangan pergi ke Turki'," kelakarnya.

Sebelumnya, berkembang seruan supaya orang-orang kaya yang ada di kerajaan kaya minyak itu untuk melakukan boikot dengan tak berlibur ke Turki.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X