Inggris Sebut 3 Kapal Iran Berusaha Cegat Kapal Tanker di Perairan Teluk

Kompas.com - 11/07/2019, 14:45 WIB
Kapal perang Inggris HMS Montrose. AFP PHOTOKapal perang Inggris HMS Montrose.

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris mengungkapkan insiden yang dialami kapal tanker minyak miliknya saat berlayar di wilayah perairan Teluk pada Rabu (10/7/2019).

Dalam pernyataannya, Kamis (11/7/2019), pemerintah Inggris mengatakan sebuah kapal tanker minyak miliknya dihalangi oleh tiga kapal Iran saat hendak melalui Selat Hormuz.

Insiden tersebut memaksa kapal perang fregat milik Angkatan Laut Inggris, HMS Montrose, untuk bertindak dan mengusir kapal-kapal Iran.

"Bertentangan dengan hukum internasional, tiga kapal Iran berusaha menghalangi kapal komersial, British Heritage, untuk melalui Selat Hormuz," kata pemerintah Inggris dalam pernyataannya, dikutip AFP.

Baca juga: 5 Kapal Iran Diduga Coba Rebut Kapal Tanker Inggris di Selat Hormuz

"Kapal fregat HMS Montrose terpaksa harus diarahkan di antara kapal tanker British Heritage dan kapal-kapal Iran. Kemudian mengeluarkan peringatan lisan kepada kapal-kapal Iran sebelum mereka berbalik menjauh."

"Kami prihatin dengan tindakan ini dan terus mendesak kepada pemerintah Iran untuk menurunkan situasi ketegangan di kawasan itu," lanjut pernyataan itu.

Insiden yang melibatkan kapal tanker Inggris itu terjadi menyusul peringatan yang disampaikan Presiden Iran Hassan Rouhani, tentang konsekuensi yang tidak ditentukan atas penahanan salah satu kapal Iran di Gibraltar oleh Marinir Inggris.

Iran mengecam langkah penyitaan kapal tanker Grace 1 dan menyebutnya "penangkapan ilegal" yang dilakukan Inggris.

Pekan lalu, kapal Iran itu ditahan di Gibraltar, wilayah luar negeri Inggris di ujung selatan Spanyol, setelah diyakini mengirimkan minyak ke Suriah, yang berarti telah melanggar sanksi Eropa.

Sebelumnya, pejabat AS telah menyebut lima kapal Iran mencegat kapal tanker Inggris di perairan Teluk. Kapal-kapal tersebut diyakini merupakan milik Garda Revolusi Iran.

Sejumlah kapal tanker bermuatan minyak juga dilaporkan telah mendapat serangan saat berlayar di perairan dekat pantai selatan Iran pada Mei dan Juni lalu. Washington pun menuding Teheran, yang langsung dibantah.

Baca juga: Marinir Inggris Sita Kapal Tanker Super Miliknya, Iran Protes

AS melalui Jenderal Marinir Joseph Dunford, ketua kepala staf gabungan, telah meminta kepada negara-negara sekutu selama dua pekan ke depan untuk mengirimkan armadanya demi melindungi perairan yang strategis di Iran dan Yaman.

Kabar insiden di perairan Teluk itu menambah panjang ketegangan yang terjadi antara Iran dengan AS dan negara-negara sekutunya, yang terus meningkat setelah Washington kembali memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Teheran, terutama dalam ekspor minyak Iran.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X