Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi, Arab Saudi Serukan Boikot ke Turki

Kompas.com - 11/07/2019, 14:29 WIB
Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang dibunuh di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober. via Sky NewsJamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang dibunuh di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

RIYADH, KOMPAS.com - Keretakan hubungan antara Arab Saudi dengan Turki terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi diyakini bakal berimbas ke sektor ekonomi.

Pasalnya, saat ini berkembang seruan supaya orang-orang kaya yang ada di kerajaan kaya minyak itu untuk melakukan boikot dengan tak berlibur ke Turki.

Dilansir AFP Kamis (11/7/2019), dua negara penganut Islam Sunni itu mempunyai sejarah rivalitas geopolitik. Namun hubungan itu makin memburuk.

Baca juga: Trump Marah soal Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi, tetapi...

Penyebabnya adalah pembunuhan Khashoggi yang terjadi di Kantor Konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober 2018 lalu, di mana Putra Mahkota Mohammed bin Salman diduga ikut terlibat.

Setiap tahun, ratusan ribu kaum borjuis Saudi berlibur ke Turki karena iklmnya yang lebih lembut, airnya yang biru kehijauan, hingga ststus sebagai persimpangan Barat dan Timur.

Namun tensi karena pembunuhan Khashoggi membuat kalangan nasionalis hingga media pro-pemerintah menyerukan boikot ke Turki yang ekonominya tengah melambat.

"Jangan ke Turki" atau "Turki Tidak Aman" merupakan kalimat yang menjadi tajuk berita dengan sejumlah harian mulai mempublikasikan liputan itu beberapa bulan terakhir.

Banyak media, termasuk Al Arabiya, merilis peringatan dari Kedutaan Saudi di Ankara soal meningkatnya pencurian paspor maupun kejahatan lainnya.

Seruan itu nampaknya membuahkan hasil dengan Kementerian Pariwisata Turki melaporkan kunjungan wisatawan dari Turki anjlok 30 persen dalam lima bulan pertama 2019.

Beberapa agen perjalanan juga mengungkapkan perjalanan ke Turki mengalami penurunan cukup signifikan dengan otoritas pariwisata Saudi menolak berkomentar.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X