Survei: 58 Persen Veteran AS Sebut Perang Afghanistan Tak Layak Diperjuangkan

Kompas.com - 11/07/2019, 13:39 WIB
Personel tentara AS di Afghanistan. AFP / WAKIL KOHSARPersonel tentara AS di Afghanistan.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Mayoritas veteran militer Amerika Serikat menilai perang selama hampir 18 tahun di Afghanistan tidak layak untuk diperjuangkan.

Hal tersebut terungkap melalui hasil jajak pendapat yang dirilis pada Rabu (10/7/2019), yang menanyakan pendapat para veteran militer tentang perang yang dimulai AS sejak 2001 itu.

"Mayoritas veteran (58 persen) dan juga publik (59 persen), menilai jika peperangan di Afghanistan tidak layak untuk diperjuangkan."

"Sementara hanya empat dari sepuluh atau lebih sedikit responden mengatakan perang itu layak diperjuangkan," menurut hasil survei yang dilakukan Pusat Penelitian Pew.

Hal yang sama berlaku untuk perang yang dijalani AS di Irak, maupun intervensi militer AS terhadap kelompok ISIS di Suriah.

Baca juga: Trump Ingin Tarik Pasukan AS Keluar dari Afghanistan, tapi...

Sebanyak 64 persen veteran juga menilai perang di Irak tidak layak diperjuangkan, sedangkan 55 persen menganggap keterlibatan AS dalam perang melawan ISIS di Suriah juga tidak layak.

"Para veteran yang sempat ditugaskan di Iran atau Afghanistan tidak lebih mendukung keterlibatan AS daripada mereka yang tidak bertugas dalam kedua perang itu."

"Pandangan yang disampaikan juga tidak berbeda berdasarkan pangkat maupun pengalaman di medan pertempuran," lanjut hasil penelitian itu.

Jajak pendapat yang dilakukan Pusat Penelitian Pew, seperti dikutip AFP, memiliki margin kesalahan sebesar 3,9 persen untuk veteran dan 3,1 persen untuk masyarakat umum.

Washington saat ini tengah memulai kembali pembicaraan damai dengan Taliban dan menegaskan ingin mencapai kesepakatan perjanjian politik sebelum digelarnya pemilihan presiden Afghanistan yang dijadwalkan pada September mendatang dan memungkinkan agar pasukan asing mulai menarik diri dari negara itu.

Perwakilan AS telah memulai pembicaraan selama enam hari di Qatar dengan Taliban yang akan berlangsung hingga Sabtu mendatang.

Proses pembicaraan sempat dihentikan untuk pertemuan puncak pada Minggu (7/7/2019) dan Senin (8/7/2019) di Afghanistan, yang diikuti sekitar 70 delegasi, termasuk Taliban, guna membahas masa depan negara itu.

Baca juga: Serangan Udara AS Tak Sengaja Bunuh 17 Polisi Afghanistan

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Terus Diserang, PM Israel Ancam Bakal Habis-habisan Gempur Gaza

Jika Terus Diserang, PM Israel Ancam Bakal Habis-habisan Gempur Gaza

Internasional
Jenazah Pria Palestina Diangkat Pakai Buldozer, Begini Pembelaan Israel

Jenazah Pria Palestina Diangkat Pakai Buldozer, Begini Pembelaan Israel

Internasional
Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Internasional
Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Internasional
Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Internasional
Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Internasional
Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Internasional
Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Internasional
Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Internasional
Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Internasional
Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

Internasional
Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Internasional
Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X