Hari Ini dalam Sejarah: Hitler Bertemu dengan Calon Pembunuhnya

Kompas.com - 11/07/2019, 10:02 WIB
Adolf Hitler BritannicaAdolf Hitler

KOMPAS.com - Hari ini 75 tahun lalu, tepatnya 11 Juli 1944, diktator Adolf Hitler bertemu dengan orang yang berencana mengeksekusinya.

Orang itu adalah Count Claus von Stauffenberg. Ia mengangkut bom ke markas Adolf Hitler di Berchtesgaden, Bavaria dan bermaksud untuk membunuh sang Fuhrer.

Siapakah Claus von Stauffenberg?

Claus von StauffenbergShutterstock Claus von Stauffenberg
Menurut laman History, Claus von Stauffenberg adalah seorang perwira tentara Jerman.


Kala itu, banyak orang di dalam militer Jerman yang tidak setuju dengan cara Hitler, baik dalam memerintah maupun saat memutuskan untuk melakukan genosida terhadap etnis Yahudi.

Baca juga: Catatan Tua Ungkap Keprihatinan Orang Indonesia saat Hitler Kuasai Belanda

Hal ini kemudian membuat mereka mulai berbalik dan bersekongkol untuk membunuh Hitler.

Di antara orang-orang tersebut terdapat Claus von Stauffenberg.

Ia baru saja dipromosikan menjadi kolonel dan kepala staf.

Posisi ini memberinya akses ke markas Hitler di Berchtesgaden dan Rastenburg.

Rencana pun disusun. Pada 3 Juli 1944, Stauffenberg melakukan perjalanan ke Berchtesgaden dan diterima dengan tangan terbuka oleh Mayor Jenderal Hellmuth Stieff.

Lalu, pada 11 Juli, Stauffenberg dipanggil ke Berchtesgaden untuk melapor kepada Hitler tentang situasi militer saat ini.

Baca juga: Bakal Dilelang, Begini Isi Catatan Bunuh Diri Hitler

Encyclopedia Britannica mencatat, Stauffenberg berencana mengeksekusi Hitler pada 15 Juli 1944 dengan menggunakan bom yang telah ia simpan.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X