4 Fakta soal Maraknya Aksi Jilat Es Krim di Supermarket AS

Kompas.com - 11/07/2019, 06:29 WIB
Potongan video memperlihatkan seorang wanita menjilati es krim sebelum dikembalikan lagi ke freezer supermarket di Lufkin, Amerika Serikat, pada 28 Juni lalu. via Sky NewsPotongan video memperlihatkan seorang wanita menjilati es krim sebelum dikembalikan lagi ke freezer supermarket di Lufkin, Amerika Serikat, pada 28 Juni lalu.

KOMPAS.com - Media sosial sempat dihebohkan dengan video seorang perempuan yang membuka kemasan es krim merek Blue Bell, menjilatnya, kemudian menempatkannya kembali ke dalam "freezer" di pusat perbelanjaan Walmart, Lufkin, Texas, AS.

Setelah melakukan aksi tersebut perempuan itu langsung meninggalkan "freezer" tanpa membayar es krim itu ke kasir.

Adapun video berdurasi 9 detik tersebut mendapat respons sebanyak 29.193 kali retweet dan disukai sebanyak 69.876 kali oleh pengguna Twitter lainnya sejak diunggah pertama kali oleh akun Twitter Optimus Primal, @BlindDensetsu pada 29 Juni 2019.


Berikut empat fakta mengenai aksi menjilat es krim yang kini marak di Amerika Serikat:

1. Es krim ditarik dari peredaran

Mengetahui bahwa ada pelanggan yang melakukan hal tidak pantas atas barang produksinya, produsen es krim merek Blue Bell menyebut video aksi perempuan tersebut termasuk perbuatan jahat.

Pihaknya menyampaikan bahwa ia telah memeriksa lemari es yang berisi es krim itu dan menemukan es krim yang bermasalah tersebut dan langsung menariknya dari peredaran.

"Keamanan es krim kami adalah prioritas utama dan kami bekerja keras untuk menjaga level kepercayaan konsumen kami," ujar pernyataan dari Blue Bell.

Baca juga: Aksi Jilat Es Krim di Supermarket Mulai Marak, Polisi AS Keluarkan Peringatan

Menurut dia, merusak makanan bukan sekadar candaan.

"Kami tidak mentolerir siapa pun yang merusak produk kami," ujar keterangan tambahan.

Sementara, Direktur Publik Gerald Williamson mengatakan bahwa perhatian terbesar mereka adalah keselamata konsumen.

"Kami senang melihat produk itu diambil dari rak," ujar Williamson kepada Sky News pada Jumat (5/7/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Internasional
Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X