Kompas.com - 10/07/2019, 23:08 WIB
Tentara Inggris saat menjalani latihan bersama dengan Pasukan Bela Diri Jepang di Oyama, Selasa (2/10/2018). AFP / MARTIN BUREAUTentara Inggris saat menjalani latihan bersama dengan Pasukan Bela Diri Jepang di Oyama, Selasa (2/10/2018).

LONDON, KOMPAS.com - Inggris dilaporkan sepakat mengirim pasukan ke Suriah atas permintaan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Sumber dari pejabat AS menerangkan, meski jumlah pengerahan itu dirahasiakan, diyakini Inggris bersama Perancis bakal meningkatkan pasukannya menjadi 10-15 persen.

Baca juga: Washington Minta Jerman Kirim Pasukan ke Suriah untuk Gantikan Tentara AS

Tapi seperti dilansir Foreign Policy via The Independent Rabu (10/7/2019), pejabat AS itu mengaku kecewa karena kontribusi sekutu mereka relatif kecil untuk melawan ISIS.

Seorang sumber diplomatik mengonfirmasi kabar itu dengan pengumuman berapa pasukan Inggris yang diberangkatkan ke Suriah diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Kementerian Pertahanan Inggris tidak menyanggah rumor itu. Namun mereka tidak menjawab apakah pasukan khusus juga dikerahkan karena kebijakan rahasia.

London dilaporkan tidak mempunyai pasukan resmi di Suriah, melainkan keberadaan Special Air Service (SAS) yang merupakan tentara elite Inggris dalam jumlah kecil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika kabar itu benar, kemungkinan Inggris bakal berkomitmen untuk menempatkan sejumlah pasukan khususnya di Suriah demi memerangi sel-sel ISIS tersisa.

Menteri luar negeri bayangan dari Partai Buruh Emily Thornberry menerangkan, mengirim pasukan tanpa berkonsultasi ke parlemen bakal memberi preseden buruk.

Sebab, pemerintah bakal dipandang telah bertindak sewenang-wenang. "Parlemen tentu tidak sepakat tentang komitmen soal aksi militer di Suriah," ujarnya.

Thornberry mengatakan, wilayah kekuasaan ISIS di Suriah sudah semakin sempit sehingga tugas Inggris tentunya telah selesai. Mereka harus berkonsultasi soal misi itu.

"Jika pemerintah sampai meningkatkan pasukan tanpa memberi tahu parlemen terlebih dahulu, itu adalah bukti mereka bertindak sewenang-wenang," paparnya.

Washington telah mendorong setiap sekutunya untuk menggantikan keberadaan serdadu AS. Namun kebingungan akan peran apa yang mereka jalani membuat komitmen itu tertunda.

Sebagai respons, Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt menyatakan, tidak ada masa depan bagi mereka menggantikan AS di Suriah. Pernyataan sama juga diutarakan Perancis.

Sementara pada awal pekan ini, Jerman langsung menolak ketika AS mendesak mereka supaya mengirimkan pasukan darat guna menumpas sisa anggota ISIS.

Baca juga: Diminta AS untuk Kirim Pasukan ke Suriah Gantikan Mereka, Ini Jawaban Jerman



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.