Buntut Hinaan kepada Trump Bocor, Dubes Inggris Ini Mundur

Kompas.com - 10/07/2019, 19:48 WIB
Duta Besar Inggris untuk Washington, Kim Darroch. AFP / RICCARDO SAVIDuta Besar Inggris untuk Washington, Kim Darroch.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS) Kim Darroch mengumumkan mundur buntut bocornya hinaan kepada Presiden Donald Trump.

Dalam surat pengunduran diri kepada Kementerian Luar Negeri Inggris, Darroch menyebut "sangat tidak mungkin" baginya mewakili kepentingan Inggris di AS.

Baca juga: Trump Sebut Dubes Inggris adalah Orang yang Sangat Bodoh

Dilansir AFP Rabu (10/7/2019), sejak bocornya kabel diplomatik bahwa dia menyebut Trump "tak kompeten", terdapat spekulasi tentang masa kerjanya sebagai dubes.


"Saya ingin mengakhiri spekulasi itu. Situasi yang berkembang saat ini menjadi hal mustahil bagi saya untuk tetap mempertahankan jabatan saya," ulas Darroch.

"Saya percaya dalam situasi ini, kebijakan yang bisa dipertanggungjawabkan adalah mengangkat seorang duta besar baru," ulas diplomat senior itu.

Kepada parlemen sebelum pengumuman pengunduran diri Darroch muncul, Perdana Menteri Theresa May menyebut kritikan kepada diplomatnya itu tidak adil dan salah.

"Saya pikir dia sudah memberikan pelayanan yang terhormat serta baik. Seharusnya, kita mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya," tutur May.

Ketegangan itu muncul setelah Mail on Sunday merilis percakapan kabel diplomat Darroch ke London, yang memicu Trump melontarkan kecaman melalui Twitter.

Salah satu dari kawat diplomatik itu berisi ucapan Darroch bahwa pemerintahan Trump "disfungsional unik". Sementara kawat lain menyebut Trump "tidak layak".

Setelah kawat tersebut bocor, Trump merespons dengan menulis kicauan bahwa Darroch tidak memberikan pelayanan yang memuaskan kepada Negeri "Uncle Sam".

"Kami tidak akan berurusan lagi dengan dia," ujar presiden 73 tahun itu. Dia juga menyindir May dengan menyambut "kabar baik" pengunduran diri sang PM.

Presiden dari Partai Republik itu melanjutkan serangan pada Selasa (9/7/2019) dengan menyatakan Darroch sebagai "duta besar gila", serta "orang yang sangat bodoh".

Karena bocornya kawat diplomatik itu, nama dubes berumur 65 tahun tersebut langsung dicabut dari jamuan makan yang dihadiri Trump Senin waktu setempat (8/7/2019).

Dia juga tidak hadir dalam kunjungan Menteri Perdagangan Inggris Liam Fox di mana yang juga menggelar perbincangan dengan putri sekaligus penasihat Trump, Ivanka.

Baca juga: Sebut Pemerintahan Trump Tak Layak, Dubes Inggris untuk AS Di-Blacklist

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X