Tegang dengan Iran, AS Minta Sekutunya Tempatkan Militer di Teluk dan Yaman

Kompas.com - 10/07/2019, 16:27 WIB
Personil militer Iran berdiri di kapal selam selama parade angkatan laut pada hari terakhir dari latihan perang di Laut Oman, dekat Selat Hormuz, Mei 2015. (Foto: dokumentasi) Reuters/Stringer IranPersonil militer Iran berdiri di kapal selam selama parade angkatan laut pada hari terakhir dari latihan perang di Laut Oman, dekat Selat Hormuz, Mei 2015. (Foto: dokumentasi)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat ( AS) Jenderal Joseph Dunford berencana membuat koalisi internasional untuk menjaga perairan Iran dan Yaman.

Jenderal Korps Marinir itu menerangkan dia ingin memastikan "kebebasan" navigasi di kawasan yang merupakan jalur perdagangan internasional, terutama minyak.

Baca juga: Wapres AS: Tekanan Amerika Serikat Bikin Iran Tak Mampu Lagi Dukung Terorisme

Dilansir BBC Rabu (10/7/2019), AS menyalahkan Iran atas serangan terhadap kapal tanker yang masing-masing terjadi pada Mei dan Juni yang lalu.


Dunford mengatakan, Washington sudah mendiskusikan rencana itu dengan sekutu mereka yang juga mempunyai "kesamaan politik" untuk menempatkan militer.

Dia menjelaskan, Pentagon bakal menyediakan kapal komando, dan memimpin upaya pengintaian. Namun, dia juga meminta negara sekutu juga menyediakan kapal patroli.

Kapal patroli itu didapuk sebagai pengawal kapal komersial melewati kawasan itu. "Kami akan berdiskusi untuk melihat kapasitas seperti yang ditawarkan setiap negara," ujarnya.

Selat Hormuz dan Bab al-Mandab merupakan lokasi laut strategis karena menyediakan akses untuk menghubungkan kapal dagang dari Teluk maupun Laut Merah.

Dunford melanjutkan, besar atau tidaknya inisiatif yang mereka lakukan tergantung dari jumlah negara sekutu yang bersedia berpartisipasi dalam misi.

"Jika yang berkontribusi kecil, maka misi yang kami gelar juga kecil. Misi ini bakal semakin membesar seiring negara yang siap untuk bergabung," ulas Dunford.

Iran sempat menyatakan siap menutup Hormuz jika Preisden Donald Trump tidak mencabut sanksi yang melarang mereka menjual minyak buntut keluar dari perjanjian nuklir 2015.

Setiap hari, dilaporkan hampir empat juta barel minyak berlalu lalang melewati Selat Bab al-Mandab ke seluruh dunia.

Baca juga: Trump: Iran Tak Akan Pernah Mendapatkan Senjata Nuklir

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X