Sidang Kasus Kekerasan yang Libatkan Putri Raja Salman Digelar secara "In Absentia"

Kompas.com - 10/07/2019, 10:10 WIB
Putri Hassa binti Salman DW/Getty Images Putri Hassa binti Salman

PARIS, KOMPAS.com - Pengadilan di Perancis mulai menggelar persidangan untuk kasus dugaan penganiayaan seorang pekerja yang melibatkan putri Raja Salman dari Arab Saudi.

Putri Hassa binti Salman, kakak dari Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, diadili secara in absentia, atau tidak hadir di persidangan, atas kasus tuduhan memerintahkan pemukulan terhadap seorang pekerja di Paris pada September 2016.

Persidangan kasus yang digelar di Paris, pada Selasa (8/7/2019), itu juga untuk pertama kalinya mengungkap nama dan identitas korban, serta pengawal yang dituduh melakukan pemukulan.

Dilansir AFP, putri kerajaan Saudi berusia 43 tahun itu dilaporkan memerintahkan pengawalnya, Rani Saidi, untuk memukuli seorang pekerja, Ashraf Eid, setelah melihat pekerja itu mengambil foto di dalam apartemen milik Putri Hassa di Paris.


Baca juga: Dituduh Jadi Dalang Pemukulan, Anak Raja Salman Diadili di Perancis

Putri Hassa membantah tuduhan itu dan balik menuding Eid berencana menjual foto kediamannya yang bertempat di kawasan elite Avenue Foch itu kepada media.

Namun Eid, yang dipanggil ke kediaman Putri Hassa untuk melakukan perbaikan, mengaku mengambil foto yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaannya.

Korban, yang juga tidak hadir di pengadilan, mengaku jika dirinya telah diikat dan diperintahkan untuk mencium kaki sang putri.

Dia mengklaim bahwa dia kemudian dipukuli dan peralatannya disita selama siksaan yang berlangsung beberapa jam.

Dalam laporan yang diberikan kepada majalah berita Le Point di Perancis, korban mengaku mendengar sang putri berteriak, "Bunuh dia. Si anjing itu. Dia tidak pantas untuk hidup".

Pengawal, Saidi, yang mendampingi Putri Hassa selama perjalanan di Eropa dan AS, menjadi satu-satunya pihak terlibat kasus yang hadir di persidangan pertama itu.

Baca juga: Terlibat Kasus Kekerasan, Saudara Perempuan MBS Akan Diadili di Paris

"Ketika saya mendengar sang putri berteriak minta tolong, saya datang dan melihat mereka berebut telepon," katanya kepada pengadilan, merujuk pada sang putri dan korban.

"Saya menarik (korban) dan mendorongnya. Saya tidak tahu apa niatnya," ujar Saidi.

"Selama 12 tahun bekerja sebagai pengawal, kami punya banyak cerita seperti itu. Orang-orang Arab menginginkan foto dan sang putri adalah seseorang yang penting bagi mereka," tambahnya.

Pengacara Saidi, Yassine Bouzrou, berharap hakim bisa melihat banyaknya kontradiksi dan menyebut korban telah berbohong.

"Klien saya membantah adanya tindakan kekerasan dan tindakan penculikan," katanya kepada wartawan di luar pengadilan.

Saidi dituduh terlibat dalam kekerasan bersenjata dan menahan seseorang di luar kehendak mereka, serta pencurian karena menyita barang-barang milik Eid.

Dia juga telah dituduh melakukan pencemaran nama baik pekerja tersebut.

Sementara sang putri kini menjadi buronan setelah surat perintah penangkapannya dikeluarkan di Perancis pada Desember 2017.

Baca juga: Raja Salman Undang 1.000 Keluarga Martir Palestina untuk Berhaji, Siapa Saja Mereka?

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kuwait Terima Ganti Rugi Rp 3 Triliun untuk Invasi Irak 1990

Kuwait Terima Ganti Rugi Rp 3 Triliun untuk Invasi Irak 1990

Internasional
Kaki Kirinya Hancur Terjebak di Eskalator, Wanita Ini Malah Disalahkan

Kaki Kirinya Hancur Terjebak di Eskalator, Wanita Ini Malah Disalahkan

Internasional
Bocah Tewas di Ulang Tahun ke-11 akibat Kebakaran Perkemahan Musim Panas Rusia

Bocah Tewas di Ulang Tahun ke-11 akibat Kebakaran Perkemahan Musim Panas Rusia

Internasional
Boris Johnson Terpilih Jadi PM Baru Inggris, Iran Beri Peringatan

Boris Johnson Terpilih Jadi PM Baru Inggris, Iran Beri Peringatan

Internasional
Boris Johnson: Sosok Kontroversial Perdana Menteri Baru Inggris

Boris Johnson: Sosok Kontroversial Perdana Menteri Baru Inggris

Internasional
Boris Johnson Terpilih sebagai Perdana Menteri Baru Inggris

Boris Johnson Terpilih sebagai Perdana Menteri Baru Inggris

Internasional
Rusia Tuduh Pilot Jet Tempur F-16 Korsel Bermanuver Tak Profesional terhadap Pesawat Pembom

Rusia Tuduh Pilot Jet Tempur F-16 Korsel Bermanuver Tak Profesional terhadap Pesawat Pembom

Internasional
Universitas Griffith Didorong Tingkatkan Koneksi dengan Perguruan Tinggi di Indonesia

Universitas Griffith Didorong Tingkatkan Koneksi dengan Perguruan Tinggi di Indonesia

Internasional
Sebut AS Bisa Hapus Afghanistan dari Muka Bumi, Presiden Ashraf Ghani Minta Klarifikasi Trump

Sebut AS Bisa Hapus Afghanistan dari Muka Bumi, Presiden Ashraf Ghani Minta Klarifikasi Trump

Internasional
Informasi Intelijen Pakistan Bawa CIA kepada Osama bin Laden

Informasi Intelijen Pakistan Bawa CIA kepada Osama bin Laden

Internasional
Sri Lanka Perintahkan Importir Kirim Balik 111 Kontainer Limbah Berbahaya ke Inggris

Sri Lanka Perintahkan Importir Kirim Balik 111 Kontainer Limbah Berbahaya ke Inggris

Internasional
Agar Fokus Main Video Game, Seorang Ayah Keluarkan Anaknya dari Sekolah

Agar Fokus Main Video Game, Seorang Ayah Keluarkan Anaknya dari Sekolah

Internasional
Bocah Usia 11 Tahun Tewas Usai Makan Cokelat Pemberian Sang Ayah

Bocah Usia 11 Tahun Tewas Usai Makan Cokelat Pemberian Sang Ayah

Internasional
Konferensi Pers Kasus Pembunuhan di Facebook, Polisi Kanada Pakai 'Filter' Kucing

Konferensi Pers Kasus Pembunuhan di Facebook, Polisi Kanada Pakai "Filter" Kucing

Internasional
Hari Ini 67 Tahun Lalu, Raja Terakhir Mesir Kehilangan Kekuasaan

Hari Ini 67 Tahun Lalu, Raja Terakhir Mesir Kehilangan Kekuasaan

Internasional
Close Ads X