Pertama Kali, AS Jatuhkan Sanksi Terhadap Anggota Parlemen Hezbollah

Kompas.com - 10/07/2019, 09:19 WIB
Pejuang Hezbollah dalam sebuah parade. RAMZI HAIDAR / AFPPejuang Hezbollah dalam sebuah parade.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat untuk pertama kalinya menjatuhkan sanksi terhadap pejabat tinggi Hezbollah yang menjadi anggota parlemen Lebanon.

Departemen Keuangan AS telah menempatkan dua anggota parlemen Lebanon yang terkait kelompok Hezbollah ke dalam daftar hitam sanksi, pada Selasa (9/7/2019).

Sanksi tersebut sebagai upaya lanjutan untuk membangun tekanan global terhadap Hezbollah, yang telah dianggap sebagai teroris oleh AS.

Dua anggota parlemen Lebanon yang dimasukkan dalam daftar hitam adalah Amin Sherri dan Muhammad Hasan Raad, yang dituding Washington, telah memanfaatkan posisinya di parlemen untuk memajukan aktivitas kekerasan Hezbollah.


Baca juga: Arab Saudi dan AS Masukkan Pemimpin Hezbollah ke Daftar Hitam

Selain itu, sanksi juga dijatuhkan pada pejabat tinggi Hezbollah, Wafiq Safa, yang dikenal dekat dengan pemimpin dalam gerakan tersebut, Hassan Nasrallah.

"Tiga pejabat tersebut telah memanfaatkan posisi mereka untuk menfasilitasi gerakan Hezbollah dan upaya Iran untuk melemahkan kedaulatan Lebanon," ujar Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Selasa (9/7/2019).

"Perbedaan apa pun antara sayap politik dan militer Hizbullah adalah tipuan. Kami meminta sekutu dan mitra kami untuk menunjuk Hezbullah secara keseluruhan sebagai organisasi teroris," lanjutnya, dikutip AFP.

Raad (64) merupakan ketua blok partai dan anggota parlemen Lebanon sejak 1992, sedangkan Sherri (62) adalah veteran Hezbollah yang telah berada di parlemen selama 17 tahun, mewakili Beirut.

Sementara Safa, menurut Departemen Keuangan, berperan menghubungkan kelompok Hezbollah dengan para pemodal dan diduga turut membantu dalam penyelundupan senjata dan obat-obatan.

Baca juga: Menlu AS Sebut Kelompok Hezbollah Aktif di Venezuela

Sanksi yang dijatuhkan menjadikan individu dan bisnis AS, maupun yang berada di AS, termasuk bank internasional, dilarang melakukan bisnis dengan mereka yang terkena sanksi.

Sanksi terbaru itu membawa AS telah menjatuhkan sanksi terhadap 50 individu maupun entitas terkait Hezbollah ke dalam daftar hitam sejak 2017.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X